Masuk

Ini Penyebab Batalnya Pemilihan Kepala Desa Sapanang Jeneponto

Komentar

Terkini.id,Jeneponto – Sebanyak 33 Desa di Kabupaten  Jeneponto yang di jadwalkan akan melaksanakan Pilkades serentak  4 November  2019.

Namun dari 33 desa yang dijadwalkan melaksanakan Pilkades, satu desa gagal melaksanakan Pilkades yakni Desa Sapanang.

Kepastian tidak dilaksanakannya Pilkades di Desa Sapanang diungkapkan panitia pelaksana Pilkades serentak Kabupaten Jeneponto, Supardi, AS.

Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas SDM, Asosiasi BPD Jeneponto Gelar Bimtek, Bupati Tegaskan Ini

“Hasil konsultasi kami kemarin bersama beberapa tim Kabupaten dan Biro Hukum  Provinsi, itu menegaskan, khusus untuk Desa Sapanang tidak  bisa dilaksanakan Pilkades serentak, tahuyini,”ujar Supardi yang juga Panitia Kabupaten dari Dinas PMD Jeneponto, Kamis, 29 Agustus 2019.

Supardi, mengungkapkan apa penyebab sehingga Pilkades serentak tidak bisa dilaksanakan di Desa Sapanang.

“Desa Sapanang terbentur di Undang Undang nomor 56 tahun 2017 sehingga tidak boleh ikut pilkades serentak. Mestinya, pelaksana pejabat kepala desa di sana paling lama sampai enam bulan. Setelah itu, baru  Plt kepala desa dan BPD melakukan pembentukan panitia untuk melakukan pemilihan PAW  di tingkat desa Sapanang sampai  berakhir masa jabatan 2021,”katanya.

Baca Juga: Warga Mengadu ke DPRD Sulsel, Hengky Yasin Minta Pilkades Takalar Ditunda

Diketahui, Mantan Kepala Desa Sapanang, Lukman, diberhentikan sebagai kepala desa pada tahun 2018, setelah terbukti melanggar administrasi pada saat mendaftar calon kepala pada tahun 2015.

Hingga saat ini, Pejabat sementara di Desa Sapanang diisi oleh Camat Binamu Jeneponto, Basuki.