Maros – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) terus mewujudkan regenerasi petani serta melahirkan wirausaha milenial di sektor pertanian.
Kementan mencetak wirausaha milenial tangguh dan berkualitas yang tersebar di empat provinsi di Indonesia. Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Program YESS untuk wilayah Sulawesi Selatan.
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan dua kunci utama dalam pelaksanaan program YESS Kementan.
“Pertama program YESS hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian. Kedua, sasaran dari program YESS yakni pemuda/i harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilir,” sebut Dedi.
Dalam menciptakan generasi wirausaha muda pertanian, Polbangtan Gowa memilih 4 wilayah binaan. Salah satunya di Kabupaten Maros.
- Produksi Pangan Terancam Kekeringan, Kementan Optimalkan Sarana Air
- Tanam Perdana Padi di Gowa, Polbangtan Kementan Perkuat Ketahanan Pangan
- Kolaborasi Polbangtan Kementan dan Universitas Pertahanan Wujudkan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Pertanian
- Sukseskan Swasembada Pangan, Kementan Laksanakan Bimtek Brigade Pangan
- Upgrade Standar Layanan Publik, Polbangtan Kementan Gelar Public Hearing
Sejak tahun 2021-2023 penerima manfaat dari program YESS di Kabupaten Maros sebanyak 114 orang, dua diantaranya merupakan penerima manfaat berbasis kluster.
Direktur Polbangtan Gowa, Detia Tri Yunandar meminta dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan program strategis ini. Ia juga memaparkan fokus pelaksanaan YESS ditahun ini yakni membangun usaha para pemuda dengan berbasis kluster.
“Apa itu usaha berbasis kluster ? maksudnya adalah usaha yang ada harus berada dalam ekosistem yang terdiri atas bidang usaha yang saling berhubungan atau bersinergi. Misalknya kluster jagung, maka yang bisa masuk adalah bidang peternakan, jagung sebagai supply pakan ternak. Sampingannya adalah pupuk kandang dan bidang lainnya. Itu yang dimaksud dengan kluster,” jelas Detia.
Di Kabupaten Maros, lanjut Detia akan dibangun kluster aren dan jagung. Olehnya itu dukungan dari semua stakeholder dibutuhkan termasuk keterlibatan pendamping desa yang berada dibawah binaan Kemendes dengan harapan semua bisa berkolaborasi.
“Di Program YESS, pemerintah pusat, daerah, perbankan dan akademisi harus sama-sama bersinergi karena ini memiliki tujuan dan dampak yang vital terhadap pertanian kita kedepan khususnya dalam menghadapi climate change,” kata Detia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
