Terkini.id, Makassar – Asisten I Kota Makassar Sabri mengatakan pemerintah melakukan intervensi khusus terhadap 5 kecamatan yang menjadi pusat episentrum di Kota Makassar.
Adapun kecamatan yang dimaksud, antara lain, Rappocini, Tamalate, Panakkukang, Manggala dan Biriningkanaya.
“Seperti pengawasan yang lebih ketat terhadap orang yang keluar masuk di sana. Edukasi yang lebih masif,” kata Sabri di Balai Kota, Kamis, 23 Juli 2020.
Selain itu, Sabri menyebut pihaknya juga melibatkan RT/RW untuk melakukan pengawasan dan edukasi. Juga bersama 3 filar pemangku kepentingan, TNI, Polri, dan pemerintah.
“Juga melakukan pengawasan berupa edukasi soal isolasi mandiri di rumah terhadap masyarakat,” ungkap Sabri.
- Percepatan Tanam Lahan CSR, Kementan Dorong Peningkatan Produksi Pangan Nasional
- Ruas Jalan Makassar-Takalar dan Gowa Capai 26 Persen, Gubernur Sulsel: Progresnya Terus Berjalan
- Anggota DPRD Makassar Irwan Hasan Dorong Warga Aktif Laporkan Kendala Layanan di Kecamatan Mariso
- Proyek MYP Sulsel Dikebut, Lima Paket Jalan Tunjukkan Progres Signifikan
- Baim dan Artika Ikut Ramaikan Peluncuran Taro Waterpark, Destinasi Petualangan Keluarga di Makassar
Menurut Sabri, unit masyarakat paling bawah ini adalah yang paling efektif untuk menekan agar penyebaran virus corona tak semakin luas.
“Mereka punya peran penting untuk melakukan intervensi mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan, dan pos perbatasan.
Pemerintah kota, kata dia, telah melakukan evaluasi, dan hasilnya ada penurunan penyebaran Covid-19.
“Kita sekarang, setelah melakukan intervensi status angka Reproduction Number (RO) Coronavirus Disease (COVID-19) di bawah 1,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
