Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar kembali akan melakukan rapid test massal di Kecamatan yang dianggap zona merah. Rencananya pemeriksaan akan di mulai besok.
“Alat yang disediakan kurang lebih 7 ribu rapid test,” ujar Naisyah dengan terburu-buru di Balai Kota Makassar, Kamis, 4 Juni 2020.
Naisyah mengatakan anggaran pemeriksaan rapid test tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD dan bantuan dari Provinsi Sulsel.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar baru mengadakan pemeriksaan rapid test di Kecamatan Ujung Tanah dengan menyasar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere.
Anggarannya, kata Naisyah, juga berasal dari APBD dan bantuan dari pihak provinsi.
- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Siap Hadiri Pelantikan DPP APPI pada 30 Mei 2026
- Urban Farming Jadi Andalan, Wali Kota Makassar Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan
- Pemkot Makassar Buka Unit Pelayanan Baru untuk Permudah Urusan Administrasi Warga
- Pemkot Makassar: Anggaran Rp10 Miliar Bukan untuk Konsumsi Pribadi Wali Kota
- MIWF 2026 Resmi Dibuka, Walikota Appi Tegaskan Komitmen Bangun Ruang Budaya di Makassar
Terpisah, Penjabat Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf mengatakan hasil pemeriksaan rapid test di Paotere tidak banyak yang menunjukkan hasil reaktif.
“Alhamdulillah sangat sedikit yang aktif, yang dirapid 128 orang, ada 6 yang reaktif. Tetapi kan belum positif (Covid-19),” kata Yusran.
Kendati yang di rapid test hanya 128 orang, pemerintah kota telah menyediakan sekitar 4 ratus alat pemeriksaan.
Yusran menyebut, enam orang yang reaktif itu akan segera diisolasi agar tidak menyebarkan yang lain.
“Kita cari carrier-nya agar penyebaran virus corona bisa dikendalikan,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
