Ia menyebut masyarakat cukup menyediakan dua wadah sederhana untuk memisahkan sampah organik dan nonorganik.
Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, bioenzim, maupun pakan maggot, sedangkan sampah nonorganik dapat disalurkan melalui Bank Sampah Unit (BSU) yang tersebar di berbagai wilayah.
“Nilainya mungkin tidak besar, tetapi ada tambahan pendapatan. Yang terpenting adalah sampah memiliki nilai ekonomi dan tidak lagi menjadi beban,” jelasnya.
Munafri juga mendorong pengembangan produk turunan hasil pengolahan sampah organik yang dapat dipasarkan dengan identitas wilayah masing-masing.
“Misalnya hasil dari Kelurahan Rappocini. Ini bisa menjadi produk yang membanggakan sekaligus memiliki nilai ekonomi,” tuturnya.
- Tayangan Piala Dunia 2026 Bisa Diakses di MAXStream TV, Warga Indonesia Hingga Pelosok Bisa Menikmati
- Asmo Sulsel Ajak Pengguna Honda Scoopy Jelajahi Ikon Kota Makassar Lewat "Your Mode, Your Ride"
- Wali Kota Munafri Sebut Data Akurat Jadi Dasar Pembangunan dan Investasi Makassar
- Diskominfo dan Dinas Kesehatan Sidrap Berkolaborasi dalam Implementasi TTE
- BI Sulsel Kuatkan Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Training of Trainers
Dalam kunjungan tersebut, Munafri turut meninjau tujuh unit Teba atau lubang pengolahan sampah organik yang digunakan masyarakat untuk proses pengomposan. Ia mengapresiasi seluruh fasilitas yang tersedia karena telah dimanfaatkan secara aktif.
“Tadi saya lihat ada sekitar tujuh Teba dan semuanya terisi. Daun-daun ketapang yang dikumpulkan penyapu jalan itu jangan dibuang. Simpan dan gunakan sebagai material cokelat untuk menutup sampah organik. Itu sangat penting untuk mempercepat proses penguraian,” ungkapnya.
Menurutnya, proses pengomposan dapat dilakukan dengan menumpuk sampah organik dan material cokelat seperti daun kering, ranting, kardus, maupun kertas secara berlapis hingga menghasilkan pupuk organik dalam waktu sekitar empat hingga lima bulan.
Ia menilai urban farming menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem tersebut karena berfungsi sebagai tempat pemanfaatan pupuk hasil pengolahan sampah organik.
Munafri menjelaskan, konsep yang tengah dibangun Pemkot Makassar melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah secara terpadu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
