Pemkot Parepare Tanggung Korban Angin Kencang, Walikota Minta Warga Bersabar

Terkini.id, Parepare – Pendataan untuk bantuan bagi korban bencana angin kencang di kota Parepare mulai dilakukan sejak Senin, 6 Januari 2020 kemarin.

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe bahkan turun langsung ke setiap lokasi.  Di samping menyalurkan bantuan seadanya seperti kebutuhan pangan dan terpal, Taufan Pawe juga menyampaikan rasa prihatin.

“Sabar ki, semua akan kita tangani,” ucap Taufan kepada salah seorang warga, korban bencana alam.

Baca Juga: Wali Kota Parepare Rayakan HUT Bhayangkara ke-76 dengan Main Futsal

Sejauh ini, kata dia, rumah yang rusak akibat musibah tersebut mencapai saratus lebih. Bantuan kerugian korban akan disalurkan melalui Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Parepare.

“Saya tidak tau pastinya yang jelas dari informasi yang saya dapat ada sekitar seratus lebih. Bantuan lanjutan akan disalurkan oleh BPBD dan Dinas Sosial,” kata Taufan Pawe.

Baca Juga: Tinjau Stadion BJ Habibie, Taufan Pawe: Akan Jadi Homebase PSM

Taufan menjelaskan, setelah dilakukan pendataan paling lambat tiga hari kedepan, pemerintah akan memberi bantuan kepada korban sesuai dengan kerugian yang dialami.

“Jadi ada kriterianya, kalau kerugian di bawah lima juta ditangani langsung Badan bencana, jika diatas nilai itu tentu harus melalui proses di kantor badan keuangan daerah,” ungkap Taufan Pawe.

Namun, kata Ketua DPD II Partai Golkar Parepare itu, masyarakat yang jadi korban tidak perlu khawatir, karena  pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat yang jadi korban.

Baca Juga: Tinjau Stadion BJ Habibie, Taufan Pawe: Akan Jadi Homebase PSM

“Itu kewajiban kami. Kita akan selalu hadir di tengah masyarakat terutama yang mengalami musibah baru-baru ini,” terang Taufan Pawe.

Angin kencang disertai badai mengguncang kota Parepare dan sekitarnya pada Minggu petang 5 Januari, lalu.

Selain memporak-porandakan rumah warga, musibah tersebut juga mengakibatkan pohon besar tumbang di ruas jalan. Angin kencang juga mengakibatkan jaringan listrik padam selama 12 jam lamanya.

Bagikan