Terkini.id – Pelaksana Harian (Plh) Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Aslam Patonangi, menghadiri pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan, di Gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar, Kamis, 22 Desember 2022.
NIB itu diserahkan langsung Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia kepada para pelaku UMK Perseorangan di Sulsel.
Dalam sambutan Gubernur Sulsel yang dibacakan Aslam, Pemerintah Provinsi Sulsel mengapresiasi kegiatan tersebut, sebagai bentuk upaya pemerintah memberikan kemudahan berusaha dan meningkatkan daya saing UMK melalui pemenuhan perizinan usaha berupa NIB.
“Semoga dengan adanya NIB, dapat menunjang kegiatan UMK. Karena disamping sebagai identitas berusaha, juga berperan sebagai perizinan tunggal yang memberikan kepastian dan jaminan perlindungan hukum serta menjadi standar legalitas bagi pelaku UMK,” ucapnya.
Selain itu, Aslam juga mengapresiasi semangat para pelaku UMK dalam mengurus NIB sebagai cerminan komitmen dan kesungguhan pelaku UMK untuk memenuhi segala bentuk perizinan berusaha dengan regulasi yang berlaku.
- Gubernur Sulsel Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, 270 Siswa Siap Wujudkan Mimpi
- Dipusatkan di Ruas Bua-Rantepao, Gubernur Sulsel Groundbreaking MYP Paket 6 untuk 20 Ruas Jalan
- Persenijar PGRI Sulsel Digelar di Sidrap, Gubernur: Saya Tidak Bisa Bikin Apa-Apa Kalau Bukan karena Guru
- Program MYP Dipuji DPRD Sulsel, Fraksi Nasdem: Gubernur Sulsel Layak Disebut Bapak Pembangunan
- Jalan Lingkar Unhas Masuki Tahap Betonisasi, Gubernur Sulsel: Demi Kelancaran Mobilitas Warga
Aslam mengungkapkan, perkembangan UMK di Sulsel menunjukkan progres yang meningkat dengan kemajuan dalam banyak hal. Baik kuantitas maupun kualitas produk-produk yang dimiliki para pelaku UMK.
“Kami menyadari bahwa saat ini UMK adalah tulang punggung dan garda terdepan perekonomian nasional pasca pandemi Covid 19. Olehnya itu, saya berharap melalui kegiatan ini, UMK di Sulsel dapat memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan dan ikut berkontribusi membangun dan membangkitkan perekonomian nasional melalui sektor UMK,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, dalam arahannya menilai peran UMK sangat besar dalam menjaga kondisi ekonomi Indonesia menghadapi resesi global ekonomi dunia.
Kondisi itu, lanjutnya, disebabkan UMK mampu berkontribusi dalam peningkatan perekonomian nasional. Salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi.
“Yang menciptakan lapangan pekerjaan, paling banyak itu UMKM. Dari total lapangan pekerjaan 131 juta di Indonesia, UMKM itu berkontribusi 120 juta,” tegasnya.
Berdasarkan laporan Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Achmad Idrus, Sulsel merupakan daerah terakhir atau daerah ke 20 pemberian NIB kepada pelaku UMK di Indonesia, dengan total NIB yang diserahkan sebanyak 14 ribu kepada para pelaku UMK.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
