Terkini.id, Jakarta – Pemuda Pancasila (PP) minta Politikus PDIP Junimart Girsang tidak asal bicara. Hal ini dilontarkan PP sebagai respons atas permintaan Junimart kepada Kemendagri untuk tidak memberi izin kepada organisasi masyarakt itu.
“Kita minta, (Junimart) bijak ngasih opini. Kita organisasi sudah tua, 61 tahun. Kita ada di mana-mana sampai tingkat desa. Sistem organisasi mapan,” ucap Ketua Bidang Polhankamnas Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (MPN PP) Piala HS, Minggu 21 November 2021.
Selanjutnya Piala menyebut bahwa anggota Pemuda Pancasila dari berbagai kalangan termasuk Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet), dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah La Nyalla Mahmud Mattalitt.
“Pimpinan penting di negara ini juga anggota kita, pengurus kita,” ucapnya.
“(Bamsoet) Wakil Ketua Umum, Ketua DPD itu Ketua MPW PP Jawa Timur. Jadi kasih stetment jangan singgung perasaan anggota, jangan menggeneralisir (kasus bentrok di Cilegon kesalahan seluruh organisasi), jangan meresahkan,” tambahnya.
- Garang Saat Intimidasi Pemilik Ruko, Oknum Ormas Memelas Minta Maaf Ketika Ditangkap
- Oknum Ormas Intimidasi Pemilik Ruko di Makassar: Saya Pemuda Pancasila, Mauko Lawan?
- Detik-detik Gunung Hutapea Pimpinan Pemuda Pancasila Jatuh di Pantai Losari sebelum Meninggal
- Anggota Pemuda Pancasila Termasuk Nikita Mirzani Diperintahkan Wajib Dukung Anies Baswedan
- Anies Diberi KTA, Japto: Kader Pemuda Pancasila Wajib Pilih Anies di 2024!
Oleh karena itu, PP menuntut politikus PDIP, Junimart Girsang untuk meminta maaf terkait pernyataannya tersbeut. Pemuda Pancasila juga mengancam akan membawa kasus itu ke jalur hukum jika tuntutan permintaan maaf tak dipenuhi Junimart.
“Karena itu, sekali lagi, Saudara Junimart Girsang, saya minta untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada media massa dan Pemuda Pancasila,” kata Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum Pemuda Pancasila Razman Arif Nasution, Senin 22 November 2021.
Selanjutnya Razman mengatakan pihaknya akan memberi tenggat kepada Juminart untuk minta maaf. Waktu yang diberikan itu selama 2×24 jam.
“Saya minta yang bersangkutan untuk segera, paling lama kita hitung secepatnya. Jangan lewat dari 2×24 Jam,” tutur dia, dilansir dai Detikcom.
Diberitakan sebelumnya, terjadi bentrokan dua ormas, Pemuda Pancasila dan FBR. Bentrokan tersebut terjadi pada Jumat 19 November 2021 sore kemarin. Dikabarkan posko Pemuda Pancasila rusak akibat bentrokan ini. Atapnya yang terbuat dari asbes rusak hingga nyaris ambruk.
Junimart Girsang meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mulai memanggil perwakilan kedua ormas tersebut. Dia meminta pemerintah tegas mengambil sikap dengan tidak memperpanjang izin kedua ormas itu jika masih menimbulkan keresahan.
“Apabila masih tetap menimbulkan keresahan di masyarakat tentu Kemendagri bisa mencabut izin dari ormas itu atau tidak memperpanjang perizinannya. Ini sudah pernah dilakukan oleh Kemendagri dengan tidak memperpanjang izin ormas FPI, dll. Pemerintah harus tegas apalagi di masa pandemi ini kita fokus terhadap pencegahan, penyebaran virus COVID-19 dan pemulihan ekonomi,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
