Terkini.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman menjelaskan alasan keributan yang sering terjadi di antara ormas selama ini disebabkan karena masalah ekonomi.
Arif mengatakan jika para anggota ormas di tingkat akar rumput berusaha untuk menjalankan roda organisasi sambil memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
“Ini urusannya lebih dari misalkan mohon maaf, urusan lahan parkir, urusan-urusan yang berkaitan untuk menghidupi ormas dan juga sebenarnya menghidupi keluarga dari anggota ormas tersebut. Karena ini menyangkut masalah hidup, masalah makan besok, makanya terjadi lah keributan ormas di tingkat bawah,” ucap Arif, dikutip dari CNN Indonesia, Senin 6 Desember 2021.
Lebih lanjut, Arif menyarankan kepada pemerintah agar bisa merangkul dan membina para ormas dengan pemberdayaan ekonomi.
Ia pun menyebutkan contoh-contoh yang bisa dilakukan pemerintah, seperti misalnya pelatihan manajemen koperasi, pengelolaan koperasi, hingga pelatihan kewirausahaan. Dengan begitu, anggota ormas bisa mendapat modal dan beralih menjadi wirausaha.
- Garang Saat Intimidasi Pemilik Ruko, Oknum Ormas Memelas Minta Maaf Ketika Ditangkap
- Oknum Ormas Intimidasi Pemilik Ruko di Makassar: Saya Pemuda Pancasila, Mauko Lawan?
- Detik-detik Gunung Hutapea Pimpinan Pemuda Pancasila Jatuh di Pantai Losari sebelum Meninggal
- Anggota Pemuda Pancasila Termasuk Nikita Mirzani Diperintahkan Wajib Dukung Anies Baswedan
- Anies Diberi KTA, Japto: Kader Pemuda Pancasila Wajib Pilih Anies di 2024!
“Yang harus menjadi perhatian kita bersama agar pemerintah sebagai pengayom ormas, melalui mendagri dan juga pihak lainnya termasuk polisi, TNI, ini juga harus memberikan edukasi kepada kami agar kami bisa lebih baik,” tuturnya.
Sebelumnya diketahui, Arif mengaku sependapat dengan pernyataan Presiden Jokowi soal larangan kapolda atau kapolres untuk mendatangi ormas yang membuat keributan dan melanggar hukum.
Ia juga menerangkan bahwa pihaknya selama ini tak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah.
“Dan itu tidak pernah terjadi di Pemuda Pancasila ada Kapolda atau polisi yang sowan ke rumah Ketua Umum, ke sekretariat pemuda pancasila,” ujarnya.
Alih-alih didatangi, kata Arif, pihaknya justru sering bersurat kepada pimpinan kepolisian untuk melakukan audiensi.
“Kami sering bersurat untuk melakukan audiensi kepada Kapolda, Kapolres dan jajarannya untuk kami sampaikan perkembangan yang ada. Dan itu bisa dibuktikan. Sudah beberapa kita kirim surat kepada Kapolri, kepada Kapolda untuk audiensi agar ada sinergitas dalam rangka menjaga lingkungan,” terang Arif.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
