Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini, anggota DPR RI Tifatul Sembiring tanggapi pernyataan Pendeta Saifuddin Ibrahim soal menyebutkan larangan naik haji yang dianggapnya keuntungan negara Arab.
Hal tersebut disampaikan Tifatul Sembiring melalui sebuah cuitan di akun media sosial twitter miliknya. Jumat, 18 Maret 2022.
Melalui cuitannya, Tifatul Sembiring mempertanyakan soal ibadah haji yang dilarang.
“Ibadah Haji Kok Dilarang? Itu Kan Rukun Islam yang Kelima,” katanya @tifesembiring.
Selain dari itu, Tifatul juga tampak sangat merespons keras soal pernyataan pendeta Saifuddin yang kian namanya menjadi perbincangan hingga meminta untuk mengurus agama sendiri.
- Pendeta Saifuddin Potong Babi Ucapkan Bismillah: Kata Orang Arab Haram, Ternyata Harum
- Ingin Satu Sel dengan Pendeta Saifuddin, Irjen Napoleon: Saya Siapkan Martabak Pakai Telur
- Pendeta Saifuddin Larang Orang Masuk Kristen: Banyak Penipu dan Penjahat!
- Pendeta Saifuddin ke Felix Siauw: Boleh Saya Nyusu Sama Istri Kamu?!
- Sebut Nabi Muhammad Pedofil, Pendeta Saifuddin: Sejarah Sudah Membuktikan!
“Anda kok cari rusuh aja,, sudahlah nggak usah lompat pagar. Urus agama anda sendiri,” tuturnya.
Sebelumnya, pendeta Saifuddin Ibrahim mengungkapkan dukungan langkah Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terkait larangan toa Masjid.
Dia bahkan mengatakan bahwa jika dia menjadi Menteri Agama, bukan saja toa Masjid yang dia atur, tetapi dia akan melarang naik haji bagi ummat Islam.
Sebab katanya, naik haji hanya menguntungkan negara Arab. Sedang Indonesia makin miskin.
“Kalau Saifuddin Ibrahim jadi Menteri Agama, program saya lebih jelas lagi. Larang naik haji ke Arab Saudi. Karena hanya menguntungkan Arab. Indonisa miskin, indonesia susah gara-gara naik haji,” kata Saifuddin Ibrahim.
Lebih lanjut, dia katakan bahwa Menteri Agama harusnya tidak hanya fokus mengurus toa Masjid. tetapi juga harus mengurus kurikulum di Pesantren.
Sebab, katanya, kurikulum di Pesantren memicu radikalisme.
“Itu pesantren-pesantren malah mengajarkan hal-hal yang buruk selama ini. Mengajarkan dokterin radikal itu di Pesantren. Menteri agam harus atur kurikulum pesantren, karena orang-orang keluar dari pesantren langusng jadi radikal,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
