Terkini.id, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas mengatakan biaya ibadah haji berpotensi mengalami kenaikan akibat pandemi virus Covid-19.
Hal itu ia nilai dengan melihat ada sekitar empat variabel yang mempengaruhi kenaikan pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji.
“Kami kira dapat dimaklumi bersama bahwa pelaksanaan haji di masa pandemi seperti sekarang ini akan berkonsekuensi pada pembiayaan,” ujar Yaqut, dikutip dari Detik, Senin, 15 Maret 2021.
“Ada beberapa variabel yang mempengaruhi pembiayaan, sehingga diperlukan penyesuaian BPIH. Terdapat 4 variabel berpengaruh, yaitu kuota, prokes, pajak tambahan, dan kurs,” imbuhnya.
Hal ini dikarenakan, menurut Yaqut, semakin kecil kuota yang diberikan untuk jemaah haji, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan.
- Usai Penetapan Tersangka Panji Gumilang, Mahfud MD, RK Hingga Menang Yaqut Gelar Rakor Bahas Nasib Al Zaytun
- Daftar Kuota Haji Reguler di 34 Provinsi tahun 2023
- Singgung Pemerkosaan di Pesantren, Cassianis Safira: Menag Yaqut Memang Tolol
- Menag Yaqut Komentari soal ACT, Politisi Demokrat: Bendum NU Malah Udah Tersangka, Ente Ada Komentar?
- Menag Yaqut Sebut Izin ACT Harus Dicabut, Warganet: Anda Cuma Jongos Penguasa!
“Secara matematis makin kecil kuota jemaah yang diberangkatkan, maka semakin besar beban biaya per orangnya,” tuturnya.
Tak hanya itu, Yaqut juga memberikan penjelasan bahwa ada beberapa penentu perhitungan biaya ibadah haji 2021.
Di antaranya, kata Yaqut, adalah perhitungan dalam aspek transportasi.
“Salah satu variabel penentu perhitungan tersebut adalah penetapan protokol kesehatan pada aspek transportasi,” lanjutnya.
Yaqut dalam kesempatan yang sama juga mengharapkan adanya kerja sama dengan kementerian yang terkait perihal penerapan protokol kesehatan dalam transportasi ibadah haji.
“Kami berharap ada kesepahaman atau sinkronisasi antara ketentuan protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan,” ujarnya
Selain Kementerian Kesehatan, Yaqut juga berharap adanya kerja sama dengan Kementerian Perhubungan.
“Penerapannya dalam kegiatan transportasi menurut Kementerian Perhubungan, terutama mengenai jarak fisik atau physical distancing dan persyaratan test swab,”
Meski belum ada kejelasan dari pihak Pemerintah Arab Saudi mengenai kuota haji dari luar negeri, Menag Yaqut optimistis ibadah haji 2021 akan tetap digelar.
“Kita belum tahu atau belum dapat kepastian apakah Saudi akan menyelenggarakan haji dengan cara yang sama atau lebih terbuka dan mempersilakan kehadiran jemaah dari negara lain. Kita semua tentu berharap situasi yang lebih baik dari tahun lalu,” ujar Yaqut optimis.
Ia merasa optimis mendengar adanya vaksinasi yang dilakukan di Arab Saudi.
“Kami optimis, pemerintah optimis kemungkinan diselenggarakannya ibadah haji tahun ini masih sangat terbuka. Hal ini ditandai dengan telah dilakukan vaksinasi di Saudi sebagaimana di Indonesia dalam rangka menangani pandemi COVID-19,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
