Penerapan Teknologi Tepat Guna Tim PKM UMI Lakukan Praktek dan Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Kelapa

Penerapan Teknologi Tepat Guna Tim PKM UMI Lakukan Praktek dan Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Kelapa

FD
Fachri Djaman

Penulis

Ir. Gusnawati, ST., MT., IPP, dosen Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia (UMI), melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan limbah sabut kelapa,

Dalam sosialisasinya, Ir. Gusnawati menjelaskan bahwa limbah sabut kelapa, yang selama ini sering dianggap sebagai bahan buangan, sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk komersial.

“Sabut kelapa dapat diolah menjadi cocopeat, coco fiber, dan berbagai produk lain yang memiliki nilai jual tinggi. Dengan teknologi yang tepat, limbah ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat,” jelasnya.

Kepala Desa Balleanging, Irfandi Bahri, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan oleh para akademisi UMI.

“Kami selalu terbuka untuk berbagai hal, terutama yang berkaitan dengan edukasi. Di Balleanging ini, ada banyak potensi, dan salah satunya adalah kelapa. Sabut kelapa yang melimpah perlu disentuh dengan edukasi dan teknologi agar bisa dimanfaatkan dengan lebih optimal,” ujar Irfandi.

Baca Juga

Lebih lanjut, Irfandi berharap agar pengolahan sabut kelapa ini dapat berkembang lebih jauh di masa depan, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Balleanging. Potensi sabut kelapa yang diolah menjadi cocopeat, misalnya, dapat menjadi produk bernilai tinggi yang mendukung pertanian organik.

Mustaring, seorang penyuluh pertanian yang aktif mendampingi para petani di Desa Balleanging, juga menambahkan bahwa kehadiran alat pengupas kelapa ini sangat diharapkan oleh para petani.

“Kami berharap alat ini bisa berfungsi ganda, sehingga sabut kelapa yang keluar bisa langsung terproses menjadi bahan yang bermanfaat. Kami bersyukur dengan adanya alat ini, karena sudah lama kami ingin menghasilkan pupuk organik padat dari sabut kelapa,” jelas Mustaring.

Kegiatan pengabdian ini menunjukkan sinergi yang kuat antara dunia akademik dan masyarakat. Dengan adanya dukungan dari UMI, potensi yang ada di Desa Balleanging dapat lebih dioptimalkan, sehingga bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi tepat guna dapat diintegrasikan dalam praktik pertanian tradisional, membawa perubahan positif yang berkelanjutan di tingkat desa.

Sekadar diketahui kegiatan ini dimotori oleh Ketua Tim, Ir. Gusnawati, ST., MT., IPP (Teknik Kimia UMI), Ir. Muhammad Arman, ST., MT., IPP (Teknik Kimia UMI), Dr. Ir. Mahmuddin, ST., MT (Teknik Mesin UMI) membawa serta mahasiswa Selviani (Teknik Kimia UMI), Fadil Fahri (Teknik Mesin UMI).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.