Pengakuan Sita WNI Pengidap Corona: Saya Ditangani dengan Baik di Ruang Isolasi

Illustrasi pasien virus corona.(dreamstime.com)

Terkini.id, Jakarta – Sita (31), satu dari dua pasien pertama yang positif virus corona mengaku saat ini sedang baik-baik saja dan ditangani dengan baik oleh petugas medis.

Melalui postingannya yang banyak dibagikan di grup-grup chatting whatsapp, Sita menyampaikan bahwa dia pribadi saat ini ditangani dengan baik di ruang isolasi.

“Iam in good hand in isolation and i will be here until i am negative covid-19,” tulis Sita (31) dalam postingan yang beredar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sita yang merupakan warga Depok menjadi satu warga yang positif corona bersama ibunya, MD (64 tahun).

Ibunya Sempat Didiagnosa Tifus

Sita pun menceritakan kronologi dia dan ibunya terkena corona.

“Kejadiannya adalah saya batuk dan demam dari tanggal 16 februari dan sejak itu gak keluar rumah. Hari kamis lalu karena masih sakit, saya ke RS Mitra Keluarga Depok dan di infokan bahwa saya mengalami bronchopneumonia dan ibu saya tifus. Kami saat itu masih tidak ada pikiran apapun meskipun dirawat,” katanya.

Kemudian, pada hari Jumat, dia mengaku ada temannya dari Malaysia yang meneleponnya.

“Dia menelepon untuk memberi info bahwa ada orang Jepang yang positif corona per 26 Februari dan dia ke amigos Kemang tanggal 14 februari dan ke Paloma (tempat saya host) tanggal 15 Februari,” tulis dia.

Demi keamanan dan kesehatan nasional, dia pun menginformasikan ke dokter agar dirinya diperiksa.

“Karena itu saya diisolasi sejak hari Minggu. Saya bahkan sampai sekarang tidak tahu dan tidak kenal orang Jepang ini siapa. I just happen to be in the wrong place at the wrong time. Kenapa saya ga info apapun di grup?

Karena saya bingung sampai sekarang tidak ada satu dokterpun yang nyamperin untuk menjelaskan apapun ataupun memberi lihat hasil tes saya,” tulisnya lagi.

“I did what i can by giving the contacts of my family and closest friends dan mereka sudah dihubungi oleh dinas kesehatan dan dibawa untuk diambil samplenya juga untuk memastikan virus tidak tersebar,” jelas dia.

Rumah Didatangi Media

Saat harus dirawat di Rumah Sakit, Sita mengaku tidak diberitahukan tentang apa yang terjadi. Dia pun kebingungan.

“Saya lihat di TV soal saya dan ibu saya positif corona. Dan juga baca di berbagai grup whatsapp dengan inisial saya maupun ibu saya, juga alamat lengkap rumah saya,” tulisnya.

“Alhasil sampai rumah saya masuk berita krn banyak sekali media mendatangi dan menyebarkan data yg tidak akurat,” tambahnya lagi.

Minta Fotonya Tidak Disebar

Dia pun berharap siapapun agar tidak menyebarkan foto dirinya.

“Saya melakukan apa yang saya bisa untuk semuanya. Saya akan mengapresiasi jika Anda tidak menyebarkan foto saya seperti ini,” jelasnya.

“Anda tidak tau betapa stresnya saya saat ini sejak diisolasi melihat berita-berita tentang saya dan ibu saya serta rumah tanpa penjelasan, membaca pesan-pesan yang dibagikan di grup-grup chat tentang saya, merasakan bagaimana orang-orang mencari akun media sosialku dan keluargaku hingga menyebarkan fotoku dan keluargaku. Karena itu saya sangat mengapresiasi jika orang-orang tahu ini, yang menghormati privasi saya,” jelas dia.

Imbau Semua yang Pernah Dikontak untuk Segera Tes

Selanjutnya, dia pun meminta semua yang pernah berada di Amigos Kemang pada 14 Februari dan Paloma pada 15 Februari (tempat diduga penyebaran Virus Corona) untuk segera melakukan tes.

“Thank you everyone for your understanding. And to those of you who were at amigos kemang on 14 feb and paloma on 15 feb, i’d suggest you all get tested because its always better to be safe than sorry. Thank you all,” tulisnya lagi.

Komentar

Rekomendasi

Biadab, Petugas Israel Hancurkan Klinik Kesehatan untuk Pasien Corona di Palestina

Viral, Dua Warga Dilabrak Pengunjung Mal Gara-gara Belanja Pakai Baju Hazmat

Nekat Gelar Hajatan di Tengah Wabah Corona, Bapak Ini Dilabrak Polisi

Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah Jadi 47 Orang

Protes Larangan Salat Jumat di Tengah Wabah Corona, Pria Ini Diamankan Polisi

Jenazah PDP COVID-19 Ditolak Warga di Maros, Akhirnya Dimakamkan di Sudiang

Cegah Corona, Golkar Sulsel Bagi Ribuan Masker untuk Warga

Ini 5 Provinsi di Indonesia yang Belum Terpapar Covid-19

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar