Pengamat: PAN dan Hadi Tjahjanto Masuk Kabinet, PDI Perjuangan Perlu Diberi Jatah Kursi Mendagri

Terkini.id, Jakarta – Kabar reshuffle Kabinet Indonesia Maju santer disebut-sebut akan kembali dilakukan setelah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto resmi diganti.

Adanya proses reshuffle tersebut bertujuan untuk mengakomodir Hadi Tjahjanto dan Partai Amanat Nasional (PAN) masuk dalam bagian kabinet.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menilai reshuffle yang amat mungkin terjadi. Apalagi mengingat PAN yang sebelumnya telah dideklarasikan sebagai kawan koalisi belum juga mendapat jatah kursi menteri.

Baca Juga: Gus Umar: Kalau Pak Jokowi Bahasa Jawa Sama Bu Mega...

Kendati demikian, Muslim juga menduga ada satu batu sandungan yang menyebabkan sehingga proses masuknya PAN terhalang.

Dugaan tersebut lantas mengarah pada PDI Perjuangan yang menurut Muslim perlu diberi kursi khusus oleh Presiden Jokowi. Hal tersebut karena PDI Perjuangan merupakan pengusung utama Presiden Jokowi sekaligus partai pemenang pemilu.

Baca Juga: Jika Benar Ahok Ditunjuk Sebagai Kepala Otorita IKN, Muslim: IKN...

Adapun kursi khusus yang dimaksud oleh Muslim ialah Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Jika benar dalam waktu dekat ini dilakukan reshuffle, maka kursi Kemendagri perlu diisi dari PDIP. Apalagi kalau PAN dan Hadi Tjahjanto masuk kabinet,” ujar Muslim, mengutip Berita Politik RMOL, Senin 8 November 2021.

Lebih lanjut, Muslim beranggapan bahwa pos Kemandagri memang sedang diincar oleh banyak pihak. Sebab kata Muslim, pos ini yang nantinya akan menentukan siapa yang akan menjadi penjabat kepala daerah jelang Pilpres 2024.

Baca Juga: Jika Benar Ahok Ditunjuk Sebagai Kepala Otorita IKN, Muslim: IKN...

Muslim pun menilai bahwa reshuffle juga perlu dilakukan Presiden Jokowi lantaran banyak menteri yang kurang menonjol dalam hal prestasi. Muslim menyebutkan, seperti Menteri Perdagangan (Mendag) dan Menteri Pertanian (Mentan).

“Dibenak kedua menteri itu terbaca hanya genjot impor saja. Faktor kedaulatan pangan dan ekspor hasil pangan tidak terdengar suaranya,” pungkas Muslim. 

Bagikan