Terkini.id, Jakarta- Seorang netizen melontarkan pernyataan mengejutkan dengan menyerukan kepada publik untuk tidak memilih PDIP, viral di media sosial.
Seruan untuk tidak memilih PDIP untuk Pemilu mendatang dilontarkan seorang netizen bernama akun Kimberley20101, sebagaimana dilihat pada Senin 6 Juni 2022.
Pernyataan seruan tersebut dilontarkan sebagai tanggapan atas pernyataan anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP.
Anggota DPRD Fraksi PDIP tersebut membuat pernyataan publik dengan menyebutkan bahwa kehadiran Presiden Jokowi bukan berarti mendukung Formula E.
Sontak akun Kimberley20101 tersebut menanggapi dengan mempertanyakan kepada Presiden Jokowi.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Dalam narasinya, dia juga menandai akun Presiden Jokowi untuk mengetahui kebenaran pernyataan anggota DPRD Fraksi PDIP tersebut.
“Benarkah begitu pak @jokowi?” tulis akun Kimberley20101, Minggu 5 Juni 2022.
Menurut akun netizen tersebut, jika pernyataan tersebut benar, maka dia menyerukan untuk tidak memilih PDIP pada pemilu mendatang.
Bahkan akun tersebut menyebut PDIP merupakan kepanjangan dari “Parpol Dengki Iri Perjuangan”.
“Jika benar, maka kedepannya jangan ada yang pilih PDIP. Parpol Dengki Iri Perjuangan,” ujarnya.
Adapun anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP tersebut adalah Gilbert Simanjuntak, sebagaimana dilansir detik.com.
Gilbert Simanjuntak melontarkan pernyataan bahwa kehadiran Presiden Jokowi dalam ajang Formula E hanya normatif.
“Saya melihat hal tersebut normatif saja, wajar. Karena malah akan jadi pertanyaan dan dipelintir pihak yang bertentangan apabila tidak hadir,” kata anggota DPRD Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak, Sabtu 4 Juni 2022.
“Kunjungan tersebut adalah kunjungan kepala negara, tapi tidak pernah Istana menyatakan mendukung,” lanjutnya.
Gilbert menuding bahwa banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan perihal perhelatan balapan mobil listrik tersebut. Dia menyebut Jokowi tak ingin ikut disalahkan jika ada masalah terkait Formula E.
“Itu bisa dimaklumi, karena beratnya pelanggaran aturan yang dilakukan oleh Gubernur perihal perhelatan ini. Terlebih bila tidak sukses, tentu Presiden tidak ingin disalahkan. Sebelumnya, mereka klaim bahwa Presiden sejak awal mendukung kegiatan, yang lalu dibantah langsung Istana lewat Faldo Maldini,” ucapnya.
Selain itu, Gilbert juga menyinggung terkait penyerahan piala dilakukan oleh Presiden Jokowi. Menurutnya, langkah itu hanya sebagai penghormatan karena Jokowi telah hadir di acara Formula E.
“Sebenarnya aneh saat Presiden menyerahkan piala. Ini mungkin pertama kali di dunia presiden negara yang menyerahkan trofi balapan. Saya kira hanya penghormatan buat Presiden karena sudah hadir. Ini kan sejak awal levelnya provinsi. Tapi ingin dibuat seakan-akan level pusat,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
