Masuk

Nilai Teguran Jokowi Untuk Zulhas Sudah Tepat, Pengamat Politik: Direshuffle Atau Mundur Dari Jabatan

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai teguran yang diberikan oleh Presiden Jokowi kepada Menteri Perdagangan Zulkifli hasan sudah tepat.

Namun Emrus Sihombing menyebutkan bahwa teguran Jokowi untuk Zulhas tersebut adalah sebuah teguran ringan.

“Saya kira teguran bapak presiden sangat tepat dan teguran itu masih masuk kategori ringan,” ucap Emrus dikutip dari Suara.com, Sabtu 16 Juli 2022.

Baca Juga: Asrama Mahasiswa Nusantara Mulai Dibangun di Makassar

Meskipun baru saja dilantik menjadi Menteri Perdagangan, Emrus menyarankan kepada Presiden Jokowi agar Zulhas direshuffle saja.

Karena menurutnya Zulhas telah menerapkan politik pragmatis yang mana telah mencederai kewenangan dengan melakukan kampanye iming-iming minyak goreng tersebut.

“Saya kira sangat wajar itu (Zulhas) direshuffle atau orang yang bersangkutan (Zulhas) mundur saja dari jabatan karena memanfaatkan jabatan itu untuk kepentingan politik pragmatis. Kan tidak boleh seperti itu,” beber dia.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Jokowi Himbau Jangan Ada Gesekan Sosial dan Adu Domba Politik

Emrus melanjutkan bahwa Zulhas seharusnya menerapkan politik kenegaraan yaitu membagikan minyak goreng secara merata dengan harga yang sesuai dengan kantong rakyat.

Apalagi Zulhas melakukan kampanye untuk mendukung sang putri yaitu Futri Zulya Savitri yang akan maju dalam Pileg mendatang.

“Harusnya politik kenegaraan, bagaimana minyak goreng distribusi secara merata dan harga terjangkau tidak ada kaitan dengan embel-embel politik pragmatis dalam konteks pemilihan. Misalnya sosok tertentu, apalagi ini putrinya. Saya kira lebih tepat disebut tidak etis,” tutur Emrus.

Perihal Zulhas yang berdalih bahwa dirinya bukan berpedan sebagai Mendag melainkan sebagai Ketua Umum PAN kala membagikan minyak goreng secara gratis, Emrus menilai bahwa jabatan seorang menteri tentu saja melekat selama 24 jam ketika berhubungan dengan publik.

Baca Juga: Harapan Jokowi dalam Acara Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah

“Kalau dia bukan sebagai menteri ya di ruang privat saja di rumah, di kantor (PAN) dan sebagainya. Ketika dia di ruang publik itu pasti dia, menteri kecuali pada saat itu dia cuti itu boleh. Tapi dia (Zulhas) tidak dalam konteks cuti,” tambah Emrus.

Emrus menuturkan bahwa persoalan yang belum teratasi hingga saat ini adalah permasalahan minyak goreng. Oleh karena itu Presiden Jokowi menunjuk Zulhas untuk mengatasi permasalahan ini.

“Oleh karena itu bapak Jokowi menunjuk Zulhas sebagai Mendag untuk menangani hal tersebut. Hal ini bagian dari tugas Zulhas sebagai menteri karena memang ini persoalan dan itu dilakukan di ruang publik,” pungkasnya.