Terkini.id, Jakarta – Wacana penundaan Pemilu 2024 yang terus ramai menjadi perbincangan membuat Politikus PKS Mardani Ali Sera turut mendorong Presiden Jokowi untuk buka suara.
Hal tersebut dilontarkan Mardani Ali Sera melalui sebuah cuitan di akun media sosial twitter miliknya baru-baru ini.
Dalam cuitannya di Twitter, Politikus PKS Mardani Ali Sera meminta Presiden Jokowi segera merepons wacana penundaan Pemilu 2024.
Sebab, menurutnya jika Presiden Jokowi hanya diam saja, Mardani khawatir ada multitafsir seoalah-olah Presiden mendukung wacana penundaan Pemilu 2024.
“Jika terus seperti ini, pak @jokowi harus kembali menyatakan penolakannya terhadap ide penundaan Pemilu 2024. Diamnya pak @jokowi bisa multitafsir krn bisa dianggap mendukung penundaan pemilu. Terlebih ide2 tsb muncul dari partai pendukung pemerintah,” cuitnya di Twitter @MardaniAliSera.
- Akibat Desak Alihkan Proyek IKN untuk Subsidi BBM, Akun Sri Sebut PKS 'Partai Keranjingan Subsidi'
- Giring Sebut Anies Mainkan Politik Identitas Polemik Perubahan 22 Nama Jalan, Hidayat Nur Wahid Pasang Badan!
- Pemilu 2024 Ditunda, Politikus PKS: Sekarang Aja Sudah Susah? Apalagi Diperpanjang!
- Guntur Romli Minta Yaqut Tidak Pedulikan Orang-Orang Bodoh, Tifatul Sembiring: Kalau LKAAM, Cari Perkara Namanya!
- Politikus PKS: Jika Pemilu 2024 Diundur, Bisa Jadi Kita Terjebak Pada Failed State!
Selain dari itu, Mardani juga tak sependapat dengan alasan elit politik yang menyebut Covid-19 jadi alasan utama penundaan Pemilu 2024.
“Alasan pandemi Covid-19 untuk menunda pemilu tidak masuk akal. Ini bertentangan dengan sikap pemerintah yg memaksakan Pilkada serentak 2020 disaat penularan pandemi sedang naik2 nya,” lanjutnya.
Seperti yang diketahui bahwa, wacana penundaan tersebut bermunculan saat usulan penundaan Pemilu 2024 disuarakan oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Dikutip dari Galamedia. Kamis, 3 Maret 2022.
Zulhas mengatakan ada beberapa alasan mengapa Pemilu 2024 perlu diundur.
Pertama, Jokowi dinilai masih yang terbaik berdasarkan hasil survei. Kedua, situasi pandemi Covid-19 yang belum juga usai dan memerlukan perhatian khusus.
Berikutnya, kondisi perekonomian yang belum stabil. Hal ini membuat pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat masih perlu melakukan pemulihan untuk kembali bangkit.
Keempat, perkembangan situasi konflik global yang perlu diantisipasi. Di antaranya perang Rusia-Ukraina dan tidak menentunya harga minyak dunia.
Lalu, anggaran Pemilu yang justru membengkak dari rencana. Efisiensi lebih baik dikonsentrasikan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat.
Terakhir yang tidak kalah penting, keberlangsungan program-program pembangunan nasional yang sebelumnya tertunda akibat pandemi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
