Terkini.id, Wonogiri – Seorang Pengasuh pondok pesantren asal Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif Covid-19 setelah setelah pulang dari wilayah Zona Merah di Demak.
Hal itu disampaikan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo yang akrab disapa Jekek.
“Kemarin hasil test swabnya baru ada. Saat ini pak ustaz sementara diisolasi di rumah sakit Wonogiri,” ujar Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, Senin, 6 Juli 2020 seperti dikutip dari kompascom.
Joko Sutopo mengatakan, guna membendung penularan Covid-19, saat ini Dinkes Wonogiri menelusuri orang yang kontak erat dengan pengasuh pondok pesantren tersebut.
Selain itu, kata Jekek, seluruh santri dan pengurus pondok juga akan diperiksa dengan rapid test secepatnya.
- DPRD Sulsel Setujui MYP Tahap Dua Rp5 Triliun, Infrastruktur Jadi Prioritas
- Bupati Jeneponto Buka Kegiatan PKM Berbasis Roadmap PPG UIN Alauddin Makassar
- Dinkes Jeneponto Gelar Aksi Bergizi di MTsN 1 Jeneponto, Libatkan Ratusan Siswa
- Akhir Agustus 2026 Makin Dekat, Promo Honda Merdeka Asmo Sulsel Segera Berakhir
- FER Kendari 2026 Soroti Tata Kelola SDA Sultra dan Dorong Konsep Ekoteologi
Jekek mengatakan, Wonogiri juga mendapatkan penambahan satu warga yang positif Covid-19 berasal dari kalangan perantau yang pulang dari Surabaya.
Warga yang merupakan satpam berusia 19 tahun dipulangkan dari Surabaya setelah hasil rapid test-nya reaktif.
Setibanya di Wonogiri, kata Jekek, satpam itu langsung diuji swab dengan hasil positif Covid-19. Yang bersangkutan saat ini telah melakukan isolasi mandiri.
Dengan bertambahnya dua pasien baru, total warga Kabupaten Wonogiri yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 20 orang.
Dari jumlah itu tiga dirawat di rumah sakit, satu isolasi khusus, tiga meninggal dan 13 sembuh.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
