Pengelolaan Sampah Bulurokeng Didorong Lebih Optimal, Fokus Kompos dan Kolaborasi

Pengelolaan Sampah Bulurokeng Didorong Lebih Optimal, Fokus Kompos dan Kolaborasi

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Dorong Peningkatan Kualitas Kompos dan Produk Daur Ulang

Selain meninjau fasilitas, Melinda juga memberikan perhatian khusus terhadap kualitas kompos yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik di TPS3R Bulurokeng.

Ia menyarankan agar proses pengolahan kompos ditingkatkan melalui tahapan pengeringan, penjemuran, dan pengayakan yang lebih maksimal sehingga menghasilkan kompos dengan tekstur lebih halus dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Menurutnya, kompos berpotensi menjadi produk unggulan apabila kualitasnya konsisten dan memiliki pasar yang jelas, terlebih kawasan Bulurokeng didominasi kawasan perumahan yang memiliki potensi pengembangan urban farming.

“Kalau kualitasnya bagus dan konsisten, kompos ini bisa menjadi produk unggulan. Apalagi kawasan Bulurokeng didominasi perumahan, ini peluang besar untuk dipasarkan ke pelaku urban farming,” tambahnya.

Baca Juga

Kolaborasi dengan Perumahan dan Dapur MBG

Lebih lanjut, Melinda juga mendorong adanya kerja sama yang lebih tegas dan terstruktur dengan pihak perumahan serta dapur MBG agar pengelolaan sampah dapat terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pemilahan di sumber hingga pengolahan di TPS3R.

Ia menilai kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir serta meningkatkan nilai ekonomi dari pengolahan sampah.

Armada Pengangkut Masih Jadi Kendala

Sementara itu, Lurah Bulurokeng, Muh. Mahar, memaparkan kondisi eksisting pengelolaan sampah di wilayahnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.