Pengelolaan Sampah Bulurokeng Didorong Lebih Optimal, Fokus Kompos dan Kolaborasi

Pengelolaan Sampah Bulurokeng Didorong Lebih Optimal, Fokus Kompos dan Kolaborasi

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Ia menjelaskan bahwa sampah anorganik seperti plastik telah memiliki jalur distribusi yang jelas karena langsung dijual ke pihak pabrik daur ulang, sehingga membantu mengurangi penumpukan sampah di TPS3R.

Namun demikian, keterbatasan armada pengangkut sampah masih menjadi tantangan utama.

Saat ini TPS3R Bulurokeng hanya didukung dua unit mobil pengangkut sampah untuk melayani jumlah penduduk sekitar 15.000 hingga 16.000 jiwa.

“Armada pengangkut masih terbatas, sementara jumlah penduduk cukup besar, sehingga pengangkutan sampah masih perlu ditingkatkan,” jelas Muh. Mahar.

Pengolahan Sampah Organik Dikembangkan Melalui TEBA dan Eco-Enzyme

Baca Juga

Di sisi lain, pengolahan sampah organik di TPS3R Bulurokeng terus dikembangkan melalui metode TEBA yang telah menunjukkan hasil positif dengan panen kompos sebanyak tiga karung.

Selain itu, inovasi lain juga dilakukan dengan memproduksi eco-enzyme dari limbah kulit buah.

Menariknya, limbah organik dari pedagang ayam di sekitar lokasi juga dimanfaatkan dan dimasukkan ke dalam sistem TEBA untuk diolah menjadi kompos, sehingga memperluas cakupan pengurangan sampah organik di wilayah tersebut.

Perkuat Sinergi Pengelolaan Sampah Terpadu

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, pengelola TPS3R, serta pihak perumahan dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu, produktif, dan berkelanjutan di Kota Makassar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.