Penilaian Monev 2019, Sebagian Daerah dan OPD Pemerintah Sulsel Belum Terapkan Keterbukaan Informasi Publik

Penilaian Monev 2019, Sebagian Daerah dan OPD Pemerintah Sulsel Belum Terapkan Keterbukaan Informasi Publik

Terkini.id, Makassar – Mengawali sosialisasi pembekalan Monev keterbukaan Informasi Badan Publik Sulawesi Selatan Tahun 2020 kepada puluhan pimpinan Badan Publik Pemerintah Kabupaten atau Kota dan Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Dari analisa penilaian Monev 2019 diperoleh gambaran bahwa sebagian besar Badan Publik Pemerintah Kabupaten atau Kota dan OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel belum melaksanakan kewajiban keterbukaan informasi kepada publik sesuai amanah Undang undang Nomor 14 tahun 2008 dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Informasi Publik.

“Tahun 2019 lalu, baru sepuluh kabupaten atau kota yang memperoleh penilaian Cukup Informatif hingga Menuju Informatif dengan rentang nilai 61,40 – 86,19 sedangkan 14 lainnya , masih berada pada predikat kurang dan tidak informatif,” ujar Benny Mansjur selaku Komisioner Bidang Kelembagaan, Selasa, 25 Agustus 2020.

Ia menambahkan bahwa kondisi hampir serupa juga terpotret di Organisasi Perangkat Daerah dalam lingkup Pemprov Sulsel.

“Dari lima puluh dua OPD di tahun 2019, baru setengahnya mengisi lalu mengembalikan kuesioner penilaian dan hanya satu OPD yang pelaksanaan keterbukaan informasi publiknya berada di predikat cukup informatif dengan nilai 60,” ungkapnya.

Menarik untuk Anda:

Turut menjadi pembicara dalam pembekalan Monev Keterbukaan Informasi, Komisioner Bidang Advokasi Sosialisasi dan Edukasi KI SulSel Fauziah Erwin.

Ia menyampaikan bahwa sejumlah alasan sehingga penilaian yang diperoleh Badan Publik di Sulsel masih rendah antara lain belum adanya komitmen pimpinan Badan Publik membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) beserta uraian tupoksinya.

Selain itu, sikap tertutup Badan Publik kepada masyarakat yang meminta akses informasi, Badan Publik belum menyusun Daftar Informasi Publik untuk memetakan Informasi Berkala, Informasi Serta Merta dan Informasi Wajib Tersedia Setiap Saat, demikian pula Badan Publik umumnya belum melakukan proses uji konsekuensi untuk menetapkan informasi mana di institusinya yang menjadi informasi dikecualikan.

Untuk diketahui, penilaian Monev Keterbukaan Informasi Badan Publik fokus kepada empat indikator yaitu pelaksanaan kewajiban Badan Publik menyediakan Informasi Publik, Indikator Pelayanan Informasi kepada Publik sebagai pemohon informasi, Indikator Pengumuman Informasi Publik dan Indikator Pengembangan Website serta aplikasi berbasis digital lainnya.

Kegiatan ini juga dilaksanakan di Pusat dengan menyasar Kementerian, Lembaga Negara dan Pemerintah Non Kementerian, BUMN, PTN, Pemerintah Provinsi dan Partai Politik.

Di Sulawesi Selatan, tahun ini untuk ketiga kalinya KI Sulawesi Selatan melakukan Monev Keterbukaan Informasi Badan Publik dengan melibatkan Tim Penilai independen yang terdiri dari Rosniati Azis (Yasmib, Peneliti Keterbukaan Informasi Publik), Lusia Palulungan (BaKTI, Penyusun Pengetahuan Kebijakan Publik) dan Saleh Yassin (Forum Informasi dan Komunikasi Organisasi Non Pemerintah Sulawesi Selatan atau FIK ORNOP).

Rangkaian Monev dimulai dengan Sosialisasi dan Penyebaran kuesioner, verifikasi kuesioner, presentasi oleh pimpinan Badan Publik di hadapan tim penilai dilanjutkan dengan verifikasi faktual dan puncak penyerahan penghargaan yang akan diserahkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan.

Seluruh hasil Penilaian Monev Keterbukaan Informasi Publik selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur dan DPRD serta diumumkan kepada khalayak.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

PT. Bank Sulselbar Gelar RUPS-LB, Ini yang Dibahas

Bahas Peran Koperasi, Dekopinwil Sulsel Gelar Sosialisasi 4 Pilar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar