Penuhi Kebutuhan, Polbangan Gowa Perluas Lahan HMT di Kampus II

Perluasan Lahan HMT Kampus II Polbangtan Gowa
Perluasan Lahan HMT Kampus II Polbangtan Gowa

Budidaya hijauan makanan ternak (HMT) merupakan suatu keharusan bagi peternak apabila ingin mengusahakan komoditas ternak baik usaha budidaya maupun usaha penggemukan (Fattening). Hal tersebut yang mendasari pembukaan lahan HMT di Kampus II Polbangtan Gowa, di Kabupaten Bone (12/10).

Perluasan areal kebun Hijauan Makanan Ternak (HMT) merupakan komitmen Polbangtan Gowa untuk memenuhi kebutuhan HMT pada kawasan peternakan/ sentra produksi ternak serta sebagai lahan praktikum bagi mahasiswa.

Azhar, sebagai salah satu dosen peternakan yang bertugas di Kampus II mengatakan yang dimaksud dengan HMT atau hijauan makanan ternak adalah hijauan atau rumpu-rumputan yang memiliki angka kecukupan gizi yang tepat untuk ternak ruminansia. “Tidak semua rumput dapat dikategorikan hijauan makanan ternak. Untuk itu kami perlu menanam sendiri rumput-rumput unggul yang dikategorikan sebagai HMT.

HMT yang kami kembangkan saat ini adalah sekitar 4 hektar penambahan baku lahan peternakan (kebun hijauan ternak dan padang pengembalaan), semoga ini dapat maksimal dan dapat dijadikan lahan pembelajaran bagi mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa yang notabene sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Vokasi milik Kementeri Pertanian.

Kampus II Polbangtan Gowa di Bone memfokuskan pada Pendidikan peternakan. Dengan segala fasilitas yang ada kami berkomitmen untuk menghasilkan milenial muda yang berwawasan wirausaha.

Menarik untuk Anda:

Ini sejalan dengan statemen Presiden RI Joko Widodo yang menginstruksikan transformasi pendidikan yang selaras dengan kemajuan teknologi informasi. Teori yang selama ini mendominasi pendidikan harus didukung kegiatan praktik yang sinergi dengan teori melalui pendidikan vokasi. 
Kementerian Pertanian RI menjawab tantangan tersebut melalui transformasi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). 

“Transformasi pendidikan di sektor pertanian belumlah maksimal apabila hanya menyangkut kelembagaan, maka ada empat jurus jitu yang harus ditekankan dalam pendidikan vokasi yakni pengembangan keterampilan yang menyatukan intelektual sistem dengan manajemen praktis,” kata Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) .

Mentan Syahrul menekankan pada empat faktor yakni karakter, kompetensi, kritis dan kreatif karena pendidikan vokasi menuntut hadirnya generasi milenial yang tangguh berkarakter petarung. “Pandemi Covid-19 adalah medan tempur bagi generasi milenial pertanian. Sektor pertanian menjadi ujung tombak dalam ketahanan pangan. Petani dan penyuluh adalah garda terdepan Indonesia mengantisipasi virus Corona, seperti halnya tenaga medis. Pangan bukan cuma soal perut, tapi juga penentu stabilitas nasional,” kata Mentan pada Indonesian Agriculture Forum 2020 bertajuk ‘Pendidikan Vokasi Pertanian: Bagaimana Peran Strategisnya dalam Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19’.

Menurut Mentan Syahrul, empat faktor penentu keberhasilan pendidikan vokasi yang pertama adalah karakter yang tidak mudah menyerah dan memiliki jiwa yang tangguh. Kedua, kompetensi maka Polbangtan dan SMKPP harus menciptakan generasi milenial yang mampu bekerjasama dengan orang lain. “Ketiga, memiliki sifat kritis baik pada dirinya, dengan lingkungan dan semua masalah yang dihadapi namun tetap sejalan dengan jiwa kebangsaan,” kata Mentan. 

Faktor keempat adalah berfikir kreatif untuk berinovasi dengan meningkatkan literasi tentang sektor pertanian, manajemen keuangan, orientasi pasar dan sarana prasarana melalui dunia digital. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BPPSDMP) Prof Dedi Nursyamsi menambahkan pendidikan vokasi dilakukan Kementan melalui Polbangtan, SMKPP dan Politeknik Enjineering Pertanian Indonesia (PEPI) untuk menghasilkan sarjana terapan kualifikasi job seeker dan job creator melalui program kewirausahaan pertanian bagi pemuda tani, perguruan tinggi mitra dan kepramukaan. “Pengakuan atas kompetensi petani milenial dan penumbuhan kemandirian pengusaha muda pertanian melalui inkubasi bisnis di Polbangtan sebagai pilot project dan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri atau DuDi,” katanya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, BEM Unsa Makassar Gelar Bazar Penggalangan Dana Mubes

Komitmen Cegah Korupsi dan Tingkatkan Transparansi Kementerian Pertanian

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar