Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengatakan, saat ini, stok alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan dalam status aman. Hal itu, kata dia, berbeda saat awal pandemi Covid-19 yang mengalami kelangkaan.
“Untuk persediaan APD untuk nakes di Kota Makassar sampai saat ini masih terpenuhi,” kata Naisyah, Kamis, 10 September 2020.
APD menjadi sesuatu yang wajib digunakan tenaga kesehatan dalam melindungi diri dari penyebaran Covid-19 saat menangani pasien.
Selain itu, kualitasnya harus sesuai dengan standar organisasi kesehatan dunia (WHO).
“Standarnya pun sama yang ditetapkan oleh WHO dan Kemenkes. Kita tidak berani memakai APD di luar itu,” jelas Naisyah.
- Buka Pelatihan Konseling Menyusui, Bupati Jeneponto Tegaskan Jangan Hanya Seremonial, Tapi Beri Manfaat Nyata
- Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan
- Wali Kota Makassar Gandeng Sinar Jaya Bahas Bus Kota Terintegrasi Jalur Kampus
- Tersangka Bibit Nenas Sulsel Kembalikan Uang Rp3 Miliar ke Negara
- Deretan Top Scorer dan Best Player Warnai AAS Cup II 2026
Oleh karena itu, Naisyah mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker, rajin cuci tangan, dan jarak. Dengan begitu, risiko orang tertular akan sedikit dan akan meringankan pekerjaan dokter.
“Bagaimana mereka (masyarakat) memelihara kesehatannya. Mematuhi protokol kesehatan dengan baik, sehingga tenaga kesehatan yang tidak bisa (kuat) lagi tidak harus terjun lagi menolong mereka itu juga dapat aman dari penularan,” ungkapnya.
Menurut Naisyah, kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan berdampak besar bagi dirinya sendiri maupun tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit.
“Jadi kita pakai masker, dokter juga aman. Selain nakes mematuhi protokol memakai APD yang lengkap juga masyarakat harus sadar,” papar Naisyah.
Jika masyarakat tak patuh, lanjut Naisyah, maka persentase pasien yang masuk rumah sakit juga akan tinggi.
Sehingga dokter yang bersentuhan langsung juga kemungkinan besar akan terpapar.
“Ketidakpatuhan mereka berdampak pada tenaga kesehatan. Karena nakes tidak ada alasan untuk tidak menolong mereka yang terpapar Covid-19 untuk tidak menyentuh mereka,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
