Penyebar Hoax 7 Kontainer Surat Suara Pernah Deklarasi Sebagai Relawan Prabowo

Bagus Bawana Putra Penyebar Hoax 7 Kontainer Surat Suara Pernah Deklarasi Sebagai Relawan Prabowo
Bagus Bawana Putra.(ist)

Terkini.id, Jakarta – Polisi akhirnya menangkap tersangka yang membuat hoax terkait tujuh kontainer surat suara tercoblos.

Pria tersebut diketahui bernama Bagus Bawana Putra.

Dari jejak digitalnya, Bagus Bawana Putra tercatat sebagai Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional Prabowo Presiden.

Dilansir dari situs berita redaksikota.com. Bagus Bawana Putra mendeklarasikan relawan nasional Prabowo Presiden tersebut di Cikini, pada 22 Mei 2018 lalu.

Dalam deklarasi tersebut, Bagus terang-terangan mengeritik kepemimpinan Jokowi-JK yang dinilainya membuat rakyat menderita, dan kehilangan keadilan.

Karena itu, dalam kesempatan tersebut, Bagus mengungkapkan deklarasi itu merupakan upaya konkret seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres 2019 mendatang.

Gerindra Tidak Mengakui

Sementara itu, Partai Gerindra menolak dikaitkan dengan Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Subianto tersebut.

“Kami menolak dikait-kaitkan dengan orang dan organisasi tersebut dan akan melawan secara hukum setiap bentuk fitnah yang ditujukan kepada kami,” ujar Ketua DPP Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Rabu 9 Januari 2019.

Bagus, yang diduga sebagai pembuat dan penyebar hoax 7 kontainer surat suara tercoblos, ditangkap di Sragen.

Bagus kabur dari kediamannya di Bekasi setelah membuat konten suara mengenai isu tersebut.

Polisi telah mencocokkan suara Bagus dengan rekaman yang beredar. Hasilnya, suara Bagus dinyatakan cocok dengan suara pria dalam rekaman yang beredar tersebut.
Habiburokhman mempersilakan pihak penegak hukum memproses perkara ini sesuai dengan aturan yang ada.

Tidak Terdaftar di BPN Prabowo-Sandi

Gerindra sudah menyatakan organisasi relawan yang dipimpin Bagus tidak terdaftar di BPN Prabowo-Sandiaga.

Untuk itu, partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut menilai organisasi Kornas Prabowo Subianto tersebut tak memiliki kaitan dengan mereka.

“Kami tidak mengenal orang tersebut maupun organisasinya. Organisasi tersebut juga tidak terdaftar di Direktorat Relawan. Kalau kami lihat foto di media online, organisasi tersebut dideklarasikan 22 Mei 2018, berarti jauh sebelum adanya entitas hukum Paslon Prabowo-Sandi,” terang Habiburokhman.

Dia menegaskan Gerindra punya kebijakan mengenai penggunaan nama ketua umumnya dalam pembentukan organisasi relawan. Nama Prabowo, kata Habiburokhman, tak boleh dipakai.

“Sudah sejak 2017 Gerindra punya kebijakan tidak mengizinkan penggunaan nama Prabowo untuk nama organisasi apa pun, tapi yang satu ini tidak terdeteksi,” sebutnya seperti dilansir detikcom.

Bagus kini dijerat polisi dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Hukuman maksimal yang menanti Bagus adalah tiga tahun bui.

“Pasal yang dikenakan yaitu Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang 1/1946, menyiarkan pemberitaan bohong baik melalui konten Twitter, medsos, dan voice di grup WA,” ungkap Kasubdit I Ditsiber Kombes Dani Kustoni dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu 9 Januari 2018.

Berita Terkait
Komentar
Terkini