Penyiar TV Asal Palestina Dilarang Tampil di Televisi Arab Saudi, Ada Apa?

Penyiar TV
Penyiar TV asal Palestina, Razan Malash. (Foto: KSA Sport TV)

Terkini.id, Jakarta – Pemerintah Arab Saudi melarang seorang penyiar TV asal Palestina, Razan Malash, untuk tampil di hadapan publik lewat siaran televisi kerajaan Arab Saudi.

Razan dilarang tampil di televisi kerajaan lantaran kedapatan bersolidaritas terhadap Yaman. Selain itu, ia juga ketahuan mengecam operasi militer Arab di negara itu.

Dilansir dari Press TV pada Senin, 13 Januari 2020, Direktur Jenderal untuk jaringan olahraga Saudi, KSA Sports, Hanem al-Qahtani menyebutkan bahwa otoritas Saudi telah memberhentikan Razan dari pekerjaannya sebagai penyiar di saluran televisi khusus olahraga Saudi.

Langkah otoritas Saudi tersebut, kata Hanem, didasarkan pada kicauan Razan di Twitter yang dianggap kasar terhadap Kerajaan.

Menurutnya, Razan yang saat inu menetap di Spanyol tidak bekerja secara langsung dengan jaringan olahraga Saudi, namun melalui sebuah perusahaan yang dikontrak oleh mereka.

“Komentar Malash di Twitter yang dianggap keras terhadap Kerajaan misalnya berbunyi ‘para petempur Saudi hanya menyerang Yaman, bukan Israel’,” kata Hanem.

“Selain itu ia juga menuduh bahwa Saudi adalah pihak yang bertanggung jawab atas bangkitnya ISIS di Timur Tengah,” sambungnya.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). perang Yaman yang terjadi sejak 2015 menyebabkan ratusan ribu meninggal, membuat jutaan lainnya terusir dari rumahnya, dan menghancurkan banyak infrastruktur.

Lantaran perang tersebut, Yaman dilanda krisis kemanusiaan paling parah di dunia dalam lima tahun terakhir ini.

Dari data PBB, tercatat 22,2 juta warga Yaman hidup dengan bergantung pada bantuan dan 8,4 juta dari 29 juta warga Yaman berjuang untuk mendapatkan makanan di hari-hari berikutnya.

Berdasarkan laporan UNESCO, perang Yaman mengakibatkan ratusan sekolah hancur dan 2.500 sekolah rusak sejak perang saudara di Yaman meletus. Hal itu membuat sekitar 2 juta anak putus sekolah.

Komentar

Rekomendasi

Terus Bertambah, Jumlah Pasien Sembuh Corona di Sulsel Jadi 35 Orang

Corona Mengalir Sampai Jauh, Ini 15 titik Penyebaran Covid-19 di Indonesia yang Perlu Anda Tahu

Tak Ada APD, Perawat Ini Terpaksa Komunikasi dengan Pasien Lewat Grup WA

BMKG Rilis Kondisi Suhu dan Kelembaban Udara yang Disukai Virus Corona

Bulan Ramadan, Ulama Imbau Salat Tarawih di Rumah dan Idul Fitri Juga di Rumah

Mahfud MD Tegaskan Napi Korupsi Tidak Bakal Dibebaskan: Lebih Baik Diisolasi di Lapas

Kegaduhan Negara di Masa Wabah Pandemi Covid-19

Keluarga Jenazah Pasien PDP Corona Ribut di Depan RS Makassar, Ada Apa?

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar