Budidaya tanaman multicrooping saat ini menjadi salah satu pilihan untuk kesinambungan produksi yang tentunya akan mempengaruhi pendapatan petani. Pola multycrooping dilakukan dengan memadukan beberapa tanaman jenis holtikultura dan sayuran yang ditanam diantara pertanaman kopi arabika yang berada wilayah kerja Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Gandangbantu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja.
Dipilihnya tanaman kopi dalam multycrooping karena merupakan tanaman tahunan dengan daptasi lokalita iklim dan tanah, bentuk perdu pendek, perakaran dalam, potensial produksi dan ekonomi tinggi serta mempunyai pasar yang jelas jangka panjang, ujar Hariadi, Penyuluh BPP Gandangbatu Sillanan.
Hariadi menambahkan, pola Multycrooping ini punya banyak sisi positif. Secara sosial bagi petani akan meningkatkan etos kerja, dimana petani akan sering mengunjungi kebun kopinya karena ada kewajiban petani melakukan pemeliharaan tanaman holtikultura atau sayuran, sehingga disaat melakukan pemeliharaan tanaman sela otomatis tanaman utama yaitu kopi akan juga mendapatkan pemeliharaan juga.
Sayuran yang dihasilkan juga bahkan bisa menghasilkan rupiah, selain untuk konsumsi petani, bisa juga mereka bawa kepasar untuk dijual, ujar Hariadi. Sebagai penyuluh kami juga punya tanggungjawab untuk membantu petani dalam meningkatkan pendapatan mereka. Ya kami juga harus terus berfikir inovatif untuk petani, tegasnya.
“Penyuluh itu otak nya Petani. Penyuluh itu kopassus nya pertanian itu yang di sampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kalau penyuluh nya hebat petani nya juga hebat, begitu juga sebaliknya,” ujar Prof. Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP Kementan.
- Peduli Kemanusiaan, PLN UID Sulselrabar Kembali Menggelar Donor Darah
- Okayama University Apresiasi Inisiatif UNM dalam Pengembangan Edukasi dan Inovasi Konstruksi
- Hari Pelanggan Nasional 2026, Kalla Aspal Perkuat Kolaborasi Hadapi Dinamika Industri
- OJK Dorong Inklusi Keuangan Petani Rumput Laut Sulsel Lewat Platform e-Seaweed
- Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Dikabarkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
Pembangunan pertanian memerlukan orang orang bermental Kopassus siapa itu? Untuk itu penyuluh harus pintar, inovatif, harus gesit harus cerdas apalagi sekarang problemnya makin kompleks.
“Pesan Pak Mentan jadilah penyuluh yang dirindukan petani” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
