Masa LFH Dimanfaatkan Mahasiswa untuk Belajar Langsung Ke Peternak

Mahasiswa Polbangtan Gowa Bersama Peternak

Pelaksanaan pendampingan mahasiswa pendidikan tinggi vokasi lingkup kementerian pertanian dalam masa darurat COVID-19 untuk mengimplementasikan ilmu yang dimiliki mahasiswa di bidang pertanian dan memecahakan permasalahan petani dalam kegiatan usaha tani.

Dewi Mutiara, mahasiswa Polbangtan Gowa melakukan kegiatan pendampingan terhadap Ibu Rosmini selaku pengurus kandang dengan membantu memberikan pakan dan belajar cara membudidayakan ayam broiler. Kandang memiliki luas 60 x 60 m2 dan dapat menampung 3000 ekor ayam di Desa Mappesangka, Kecamatan  Ponre, Kabupaten Bone, Jumat (29/05).

Ayam pedaging merupakan ayam yang memiliki ciri khas tingkat pertumbuhan yang cepat sehingga dapat dipasarkan dalam waktu singkat dan memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda pada fase pertumbuhan dan penggemukannya. Pertambahan bobot badan pada ayam pedaging sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan yang dikonsumsi, karena ayam pedaging akan berhenti makan jika kebutuhan energinya sudah terpenuhi.

Dalam melakoni usaha peternakan ayam pedaging terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan yakni pakan (feed), pembibitan (breeding), dan tata laksana (manajemen). 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan perkembangan peternakan dan pertanian Indonesia tidak boleh kalah dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Sebab hal itu merupakan langkah kemunduran.

Menarik untuk Anda:

Pakan unggas mempunyai peranan penting dan merupakan biaya terbesar dalam usaha peternakan ayam serta ketersediaannya harus kontinyu. Pakan terdiri dari campuran berbagai macam bahan pakan yang diformulasikan dengan dosis tertentu untuk menghasilkan formula pakan yang mengandung gizi sesuai kebutuhan ayam broiler.

Pemberian jenis pakan pada ayam broiler yaitu S10 karena ayam berumur 2 hari dan pemberian pakan ini dilakukan pada waktu pagi dan sore hari” ujar Dewi.

Aktifitas Dewi merupakan kegiatan mahasiswa yang ikut menjaga ketersediaan pangan. Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menakankan bahwa kegiatan pertanian tidak berhenti dimasa pandemic ini.

Menurut Dedi Nursyamsi, pada masa pandemi Covid-19, ada dua solusi yang bisa dilakukan bersama-sama. Pertama pendekatan medis agar kita selalu sehat, dan kedua pendekatan pangan.

“Pendekatan pangan tidak kalah penting dari kesehatan. Karena dalam situasi dan kondisi apa pun, pangan tidak boleh bersoal. Apalagi dalam kondisi seperti pandemi Covid-19 sekarang. Oleh karena itu, seluruh insan pertanian di mana pun berada, Kementerian Pertanian punya tugas menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Dengan demikian, Dedi Nursyamsi meminta proses produksi pangan dan pertanian tidak berhenti. Karena, hanya pertanian yang bisa menyediakan pangan. Artinya, seluruh aktivitas pertanian dari hulu sampai hilir harus terus berjalan. (UNY)

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Panen di Pangkep Bukti Aktifitas Insan Pertanian Tidak Berhenti Meski Pandemi Covid-19

Gandeng BPSDMP Kominfo Makassar, FIKOM UMI Kembangkan Penelitian dan SDM

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar