Penyuplai Sabu 70 kg ke Makassar Sudah 13 Kali Beraksi, Polda Sulsel: Jaringan Internasional

Terkini.id, Makassar – Tiga orang pengedar sabu yang menjadi penyuplai puluhan kilogram narkoba ke Makassar, diketahui sudah berkali kali beraksi sebelum tertangkap.

Tiga pelaku, yakni SYF (37), ABJ (24) dan FTR (28) yang berhasil diamankan Personel Tim Khusus (Timsus) Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam jaringan narkoba internasional.

Penangkapan berlangsung di dua titik di Kota Makassar. Penangkapan pertama Rabu 25 Agustus 2021 di salah satu hotel di Jalan Jenderal Sudirman, sementara penangkapan kedua berlangsung pada hari Sabtu 28 Agustus 2021 di salah satu hotel di jalan Andi Mappanyukki.

Baca Juga: Pengedar Narkoba 75 Kg Sudah 13 Kali Beraksi Sebelum Ditangkap...

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Merdisyam mengatakan, ketiga tersangka adalah merupakan jaringan internasional, Malaysia dan Filipina. Jaringan ini disebut telah diintai sejak dua bulan yang lalu.

“Penangkapan ini tidak serta merta. Sudah dua bulan yang lalu kita mendapat info dan kita dalami jika akan ada transaksi di salah satu hotel di Makassar,” sebut Irjen Pol Merdisyam pada awak media, Selasa 31 Agustus 2021.

Baca Juga: Sempat Melawan, Pengedar Narkoba 89 kg Ditembak Mati oleh BNN

Ada pun motif pelaku menyelundupkan barang haram tersebut adalah melalui jalur ekspedisi. Dimana selama proses pengiriman, muatan mobil yang digunakan tidak pernah dibongkar.

“Modus yang dipakai selalu menggunakan mobil ekspedisi,” ucapnya.

Lebih jauh, Irjen Pol Merdisyam mengatakan para pelaku nantinya akan diberikan upah masing-masing sebesar Rp 150 juta sampai Rp 400 juta setiap pengantaran dengan minimal berat narkoba yang harus di bawa yakni 70 kilo gram.

Baca Juga: Sempat Melawan, Pengedar Narkoba 89 kg Ditembak Mati oleh BNN

Selain itu, para tersangka ini juga disebut sudah tiga belas kali membawa narkoba masuk ke Makassar dari Surabaya. 

“Sejak bulan Maret hingga Agustus 2021,” ujarnya.

Ke tiga tersangka ini juga memiliki peran masing-masing, pelaku utama SYF (37) menjemput langsung barang ke Surabaya, selanjutnya ABJ (24) adalah merupakan sopir mobil. Sementara FTR (28) berperan sebagai pengedar yang akan membagikan barang di Sulsel.

“Setelah tiba di Makassar dibagi sesuai perintah bos dan disalurkan ke pemesan,” sebutnya.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 112 ayat 2 dimana disebutkan setiap perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Bagikan