Perempuan Penentu Peradaban: Pilar Utama Pencetak Generasi Gemilang

Perempuan Penentu Peradaban: Pilar Utama Pencetak Generasi Gemilang

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Peradaban tidak mungkin tumbuh secara utuh apabila salah satu di antaranya dilemahkan.

Ibu sebagai Madrasah Pertama

Salah satu peran paling strategis perempuan dalam membangun peradaban terletak pada fungsi edukatifnya di dalam keluarga.

Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dari rahim, dekapan, tutur kata, keteladanan, dan pendidikan seorang ibu, nilai-nilai dasar kehidupan mulai ditanamkan.

Tauhid, akhlak, keberanian, kedisiplinan, kasih sayang, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap ilmu pertama-tama bertumbuh dari lingkungan keluarga.

Karena itulah, ibu sering disebut sebagai al-madrasatul ula—madrasah pertama.

Baca Juga

Penyair besar Mesir, Hafizh Ibrahim, menggambarkan peran tersebut dengan sangat indah:

“Ibu adalah sebuah madrasah. Jika engkau mempersiapkannya dengan baik, berarti engkau telah mempersiapkan sebuah bangsa yang baik.”

Pernyataan ini bukan sekadar ungkapan puitis. Di dalamnya terdapat pesan peradaban yang sangat kuat.

Ketika seorang perempuan memiliki kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, keteguhan moral, dan keluasan wawasan, ia tidak hanya sedang membangun dirinya sendiri. Ia sedang mempersiapkan masa depan generasi.

Ia sedang menyusun cetak biru peradaban

Dari tangan dan pendidikan para ibu, sejarah mencatat lahirnya ulama, pemikir, pejuang, dan pemimpin besar. Nama-nama seperti Imam Syafii, Imam Ahmad bin Hanbal, hingga Muhammad Al-Fatih tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga, terutama para ibu yang menanamkan fondasi keimanan, ilmu, dan karakter sejak dini.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.