Ketiga sosok tersebut memperlihatkan satu kenyataan penting: perempuan tidak pernah berada di pinggiran sejarah.
Mereka hadir sebagai penggerak ekonomi, penjaga nilai, pendidik, intelektual, dan pembangun institusi.
Mereka adalah bagian dari jantung peradaban.
Tantangan Perempuan di Era Modern
Di tengah perubahan zaman, tantangan yang dihadapi perempuan semakin kompleks.
Arus informasi yang begitu cepat, perubahan nilai dalam masyarakat, tekanan ekonomi, tuntutan pekerjaan, serta perkembangan teknologi telah mengubah pola kehidupan keluarga.
- Astra Motor Sulsel dan FIFGroup Salurkan Bantuan untuk Petani Terdampak Kekeringan di Sidrap
- BNI Gelar wondr Fest Makassar, Dorong Digitalisasi Transaksi dan Pemberdayaan UMKM
- Serap Aspirasi Warga Bontoa, Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto Terima Beragam Usulan
- Premanisme Berkedok 'Petani Lada' di Hutan Lindung Loeha Raya, Petugas Kemenhut Diusir Saat Bertugas
- Lantik BPC Perhumas Makassar, Gloria Oyong Tekankan Komunikasi Proaktif dan Empati Krisis
Perempuan modern sering kali dituntut menjalankan banyak peran sekaligus. Ia diharapkan mampu menjadi ibu, pendidik, istri, pekerja, profesional, aktivis, dan anggota masyarakat.
Dalam situasi seperti ini, persoalan utamanya bukan memilih antara ranah domestik dan publik.
Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana memastikan perempuan tetap memiliki akses terhadap ilmu, ruang pengembangan diri, perlindungan, penghormatan, dan dukungan sosial yang memadai.
Perempuan tidak boleh dipaksa memilih antara menjadi ibu yang baik atau menjadi manusia yang berkembang.
Keduanya dapat berjalan beriringan apabila keluarga, masyarakat, dan negara membangun ekosistem yang adil dan mendukung.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
