Terkini.id, Makassar – Forum Intelektual Selatan Sulawesi (FISS) bersama Forum Intelektual Kepecintaalaman Se-bangsa Indonesia (FIKSI) didukung oleh beberapa komunitas mahasiswa pecinta alam menggelar kegiatan seminar. Bertempat di aula fakultas kehutanan Universitas Hasanuddin, seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai kalangan.
Seminar ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati hari gunung internasional, yang jatuh pada tanggal 11 Desember setiap tahunnya.
Mengangkat tema menggugat tanggungjawab manusia, kegiatan ini menjadi refleksi atas berbagai masalah yang terjadi di gunung Bulu Bawakaraeng akibat pola fikir yang menempatkan gunung sebagai objek eksploitasi. Hal ini juga yang menghasilkan perilaku destruktif manusia.
Andi Rewo Batari Wanti selaku kordinator eksekutif FISS menuturkan “menggugat tanggung jawab manusia diartikan sebagai sebuah tindakan mempertanyakan dan menuntut manusia untuk kembali merefleksikan hakikat penciptaannya di muka bumi ,“ucapnya.
Seminar ini diisi oleh 4 pembicara, masing-masing membahas materinya seputar gunung dengan berbagai perpektif, mulai dari Fiqh gunung, Adab terkait gunung bulu Bawakaraeng, ontologi gunung perspektif filsafat Islam hingga kegunungan dan gugatan SDGs. Titik temu dari keempat pembicara adalah pentingnya untuk menjaga dan mempertimbangkan kelestarian Gunung Bulu Bawakaraeng sebagai pasak bumi yang berperan penting dalam keseimbangan kehidupan.
- Momentum Kartini, Indibiz KTI Dorong Kepemimpinan Perempuan UMKM di Era Digital
- PT Vale Catat Kinerja Keuangan Solid pada Triwulan I 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan
- Menghidupkan Semangat Kartini, PLN UID Sulselrabar Ajak Berbagi Lewat Donor Darah
- Berkat Program TJSL PLN, Produk UMKM Rumah BUMN Selayar Tembus Pasar Modern
- PLN Hadirkan Listrik untuk Petani Bone, Produktivitas Naik dan Biaya Operasional Turun sampai 74 Persen
Lebih lanjut Andi Rewo menuturkan harapannya setelah selesainya seminar tadi. Ia menuturkan “Harapannya semakin banyak orang yang menyadari masalah yang terjadi di gunung Bulu Bawakaraeng dan pergerakan memperjuangkan status hukum perlindungan bagi gunung Bulu Bawakaraeng terus berlanjut sampai pemerintah menunjukkan keseriusannya menugurusi masalah tersebut,” tuturnya.
Harapan lain dari peserta seminar adalah diberikannya status perlindungan hukum kepada gunung Bulu Bawakaraeng. Status perlindungan hukum ini sebagai bentuk penjagaan dari pemahaman dan perilaku merusak manusia.
Kegagalan memahami kedudukan gunung kemudian mendasari adanya perilaku merusak. Perilaku merusak ini termasuk pendakian massif, membuang sampah sembarangan, hingga pemberitaan media-media yang menyebarkan berita fitnah kepada masyarakat di setiap hari raya Idul-Adha.
Status perlindungan hukum yang diperjuangkan adalah cultural landscape heritage. Status hukum ini diberikan UNESCO kepada sesuatu hal yang memiliki nilai sejarah dan aktifitas budaya yang masih berlangsung di dalamnya, termasuk gunung. Ketika status hukum ini berlaku maka pendakian atas dibatasi untuk aktifitas riset dan pendidikan, termasuk didalamnya aktivitas ritual budaya yang masih berlangsung hingga kini.
Perilaku destruktif ini, seperti Pendakian massif 17 Agustus di gunung bisa merusak tekstur tanah. Ribuan orang berkunjung dengan beban puluhan kilo bisa menggeser bebatuan dan tanah. Hal ini dikarenakan kondisi tanah yang labil, membedakan gunung Bulu Bawakaraeng dengan gunung lainnya.
Belum lagi bukaan lahan yang diakibatkan kebakaran hutan, menyebabkan air hujan langsung menyentuh tanah. Dampaknya bisa mengakibatkan pergerakan tanah seperti erosi.
Minimnya perhatian pemerintah nampaknya menjadi sebuah persoalan tersendiri, seperti berbagai persoalan lingkungan lainnya. Seperti yang kita ketahui bahwa gunung Bulu Bawakaraeng merupakan sumber air beberapa daerah di Sulawesi Selatan.
Disamping itu, gunung Bawakaraeng merupakan rumah dari ratusan spesies hewan dan vegetasi yang hidupnya bergantung dari pola fikir dan perilaku manusia kepada gunung.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
