Terkini.id,Gowa – Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un, pelajar asal kecamatan Rilau Ale kabupaten Bulukumba, Wawan kurniawan (16) meninggal dunia saat melakukan pendakian Merah Putih di Gunung Bawakaraeng, 17 Agustus 2020.
Hal ini dibenarkan Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Muh Rizal, Senin 17 Agustus 2020.
“Benar, kami menerima laporan sekitar jam 06.00 wita pagi tadi, seorang pendaki meninggal dunia di antara pos 10 dan 9 di Gunung Bawakaraeng,” terangnya.
Rizal menjelaskan, korban berhasil dievakuasi Tim Sar Gabungan Siaga Merah Putih sekitar pukul 14:15 WITA siang.
“Saat ini, korban berhasil dievakuasi Ke Puskesmas Tinggi Moncong Kabupaten Gowa dan menunggu pihak keluarga korban. Dan perihal otopsi, keputusan pada pihak keluarga tentunya,” ungkapnya.
- Calon Peserta Didik SMKN 6 Makassar Lakukan Tes Kesehatan Jelang SPMB 2026
- Akhir Masa Pengabdian, TMMD ke-128 Jeneponto Resmi Ditutup, Hasil Pembangunan Diserahkan ke Pemda
- Asmo Sulsel Kembali Gelar Technical Skill Contest 2026, Cari Mekanik dan Service Advisor Terbaik
- Astra Motor Sulsel Fokus Tingkatkan Kompetensi SDM AHASS Lewat Technical Skill Contest
- Satresnarkoba Polres Jeneponto Ringkus Pengguna Sabu di Jalan Boro, Amankan Barang Buktinya
Ia menambahkan, hingga tanggal 17 Agustus tercatat sekitar 15 ribu pendaki melakukan pendakian ke Gunung Bawakareng.
Sementara itu, rekan korban, Wahyu Hidayat (16) mengaku jika ia bersama korban melakukan pendakian di Gunung Bawakaraeng sejak tanggal 12 Agustus 2020 lalu.
“Tanggal 11 Agustus 2020, saya bersama rekan Wawan (korban), melakukan perjalanan dari Makassar menuju Gunung Bawakaraeng ala backpacker. Dan sempat bermalam di Bili-bili karena kemalaman dan keesokan harinya, 12 Agustus kami melanjutkan perjalanan ke Lembanna menuju Gunung Bawakaraeng,” terangnya.
Ia melanjutkan, karena hanya berdua dengan korban, maka setelah tiba di Pos 5 saya bergabung dengan teman pendaki lainnya yang melalui jalur Tasosso Sinjai.
“Karena saya hanya berdua dengan korban, jadi saya bergabung dengan tim lainnya untuk melanjutkan perjalanan ke Pos 10 Bawakaraeng keesokan harinya 13 Agustus 2020,” akunya.
Ia juga mengaku, jika tidak ada tanda mendesak, jika rekannya akan meninggal dunia.
“Tidak ada tanda yang mengkhwatirkan, cuman korban memang sempat mengaku merasa sakit kepala dan sesekali mengigau. Sehingga pada tanggal 16 Agustus kemarin, saya mengajaknya turun ke kampung terakhir, namun korban menolak. Dan mengimbau untuk turun setelah pengibaran bendera Merah Putih,” terangnya.
Tapi karena, cukup khwatir dengan kondisinya, ia bersama rekan lainnya mengajaknya turun. Dan kata dia, dalam perjalanan korban tidak sadarkan diri.
“Karena kondisi darurat, jadi korban kami evakuasi ke tenda pendaki lainnya di antara pos 10 dan 9. Hingga akhirnya, rekan kami dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
