Peringati Hari Santri Nasional, Universitas Brawijaya Gelar Pengajian dan Seminar      

Peringati Hari Santri Nasional, Universitas Brawijaya Gelar Pengajian dan Seminar

Terkini.id,MalangDalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2019, Universitas Brawijaya, Malang menggelar pengajian dengan mendatangkan Ulama kondang KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) untuk memberikan ceramah ‘Ngaji Kebangsaan’, Selasa 29 Oktober 2019 besok dimulai pukul 12.30 sampai 15.00 di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya.

Ketua Panitia Peringatan HSN 2019 Universitas Brawijaya, Fadillah Putra, PhD mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Universitas Brawijaya. Adapun tema ceramah yang akan diberikan KH Ahmad Muwafiq yakni Dialektika Islam dan kebangsaan: Tafsir Kontekstual Resolusi Jihad untuk Keimuan dan Peradaban”.

“Kami mengundang 1000 peserta, yang berasal dari sivitas akademik UB, pondok pesantren se-Malang Raya, Pengurus Wilayah NU Jatim, Cabang NU Kota Malang, Kab Malang, dan Kota Batu, serta pengurus Majelis Wali Cabang,” tutur Fadillah dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi terkini,id, Senin 28 Oktober 2019.

Masih kata fadillah, selain pengajian, panitia penyelenggara juga menggelar seminar dan diskusi ilmiah. Temanya Ukhuwah di Era Industri 4.0 dalam Meningkatkan Kualitas Komunikasi dan Diseminasi.

“Kegiatannya berlangsung di pagi harinya, Selasa 29 Oktober 2019 besok, pukul 09.00-11.00 WIB, di Gedung Rektorat, Lt 8. Pembicaranya adalah Hakim Jayli (praktisi komunikasi dan media), Rachmat Kriyantono (Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi UB), dan Arief Andy Soebroto (Dosen Fakultas Ilmu Komputer),” urainya.

Lanjut Fadillah menyampaikan bahwa seminar dan diskusi ini merupakan sumbangsih pemikiran civitas akademika UB menaggapi situasi produksi dan diseminasi informasi dan komunikasi di media social.

“Kami menawarkan agar nilai-nilai hari santri menjadi rujukan anak bangsa untuk lebih bijak ber-medsos,” kata Fadillah yang juga Direktur 1 Program Pascasarjana UB. Hasil seminar dan diskusi ini akan didiseminasikan kepada media lokal maupun nasional, baik konvensional dan online agar pemikiran dan gagasan sivitas akademika UB dapat tersosialisasi dengan baik, kata Fadillah,” terangnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, M.S dalam keterangan tertulisnya menyebutkan dipilihnya tema tersebut karena santri adalah semua kita yang mengembangkan ilmu berbasis adab agama dan adab nusantara. Adab ini yang menuntun ilmu mampu mengembangkan peradaban.

“Peradaban itu kan sinergisitas antara kualitas relasi dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan lingkungannya, dan ilmu adalah perekat sinergisitas itu,” kata Nuhfil.

Adab agama dan adab nusantara, sambung Nuhfil, menjadikan ilmu mengarahkan individu untuk mempunyai rasa cinta peradaban yang baik.

Hari Santri juga menjadi pijakan untuk memupuk nasionalisme mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peran santri sangat besar dalam perjuangan bangsa, sejak era Raden Patah melawan Portugis hingga Pangeran Diponegoro melawan Belanda. Puncaknya adalah resolusi jihad dari KH Hasyim Asy’ari yang membakar semangat mempertahankan kemerdekaan hasil proklamasi.

“Jadi, resolusi jihad itu merupakan representasi kekuatan rohani ketuhanan bangsa kita untuk memperjuangkan kemuliaan peradaban. Karena hanya dengan kemerdekaan, peradaban bisa dikembangkan seutuhnya,” kata Nuhfil yang juga mantan Dekan Fakultas Pertanian ini.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Politik

Ketua DPRD Sidrap Definitif Ditetapkan

Terkini.id, Sidrap – Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sidrap yang digelar, Kamis 14 November 2019 akhirnya mengumumkan mantan Sekda Sidrap H Ruslan sebagai Ketua DPRD