Gelar Kuliah Umum, Prodi Magister FISIP UB Ulas Nilai-nilai Pancasila dalam Praktek Komunikasi

Gelar Kuliah Umum, Prodi Magister FISIP UB Ulas Nilai-nilai Pancasila dalam Praktek Komunikasi
Gelar Kuliah Umum, Prodi Magister FISIP UB Ulas Nilai-nilai Pancasila dalam Praktek Komunikasi

Terkini.id, Malang – Hari ini, Program Studi Magister Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya menggelar kuliah Umum di Gedung Nuswantara FISIP, mulai pukul 08.00-12.30 WIB.

Kuliah umum yang diikuti oleh mahasiswaI IlmuKomunikasi FISIP Universitas Brawijaya ini mengusung tema “Membumikan Nilai-Nilai Pancasila dalam Praktek Komunikasi di Era Digital”.

Adapun narasumber yang didaulat dalam kuliah umum tersebut adalah Wakil Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Dr. Hariyono.

Diundangnya BPIP tersebut karena sebagai lembaga yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Diharapkan, kuliah umum ini benar-benar mampu mencapai sasaran strategis yang dicanangkan, yakni menjadikan pelaku-pelaku komunikasi sebagai aktor Pancasila dalam praktek komunikasi di industri informasi digital,” ujar Rachmat.

Menarik untuk Anda:

Selain Hariono, panitia kuliah umum juga menghadirkan Dosen Senior Prodi Magister Ilmu Komunikasi FISIP UB, Dr. Antoni.

Dr. Antoni sendiri mendialogkan sosialisasi Pancasila dalam perspektif teori-teori Komunikasi, yang memang menjadi spesialisasinya.

Panitia Pelaksana Kuliah umum yang juga Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi FISIP UB, Rachmat, menyampaikan bahwa kuliah umum ini diharapkan membuka kesadaran akademis para dosen dan mahasiswa agar praktek-praktek komunikasi tidak makin menjauh dari nilai-nilai Pancasila.

H”ini karena Pancasila sebenarnya merupakan titik pusat harmoni segala bidang kehidupan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Belum lagi saat ini marak hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian yang mewarnai proses komunikasi di media digital. Indonesia bisa disebut berada dalam lampu merah “bencana komunikasi”.

“Rendahnya literasi serta sifat media digital yang membuat komunikasi dilakukan tanpa bertatap muka menjadi tantangan untuk menjaga nilai-nilai kearifan bangsa,” bebernya.

“Nilai-nilai gotong royong, ewuh pakewuh, sambung roso dan saling menghormati dan menghargai yang merupakan kearifan lokal sesuai filosofis bangsa, Pancasila,” tegasnya.

Ia juga berharap agar kuliah umum ini benar-benar mampu mencapai sasaran strategis yang dicanangkan, yakni menjadikan pelaku-pelaku komunikasi sebagai aktor Pancasila dalam praktek komunikasi di industri informasi digital.

Menurutnya, Kuliah Umum ini penting juga sebagai sarana konfirmasi publik terhadap isu-isu kontemporer. Isu-isu tersebut antara lain isu dipertentangkannya Pancasila dan agama, isu tentang keinginan mengganti NKRI karena menganggap Pancasila tidak ssesuai syariat, termasuk isu salam Pancasila.

“Karena itu, saya kira Kuliah Umum ini penting untuk disebarkan kepada masyarakat sehingga terbangun informasi yang utuh dan sehat terkat isu-isu tersebut,” tutupnya

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kabar Baik Unhas Loloskan 113 PKM, Peringkat Ketiga se Indonesia

FK Unhas Gelar Kuliah Umum Forensik Online

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar