Terkini.id, Jakarta – Pernyataan aktivis Edy Mulyadi yang menyinggung soal Kalimantan sempat viral di media sosial. Dia diduga menghina Kalimantan dan warganya lantaran menyebut pulau itu sebagai tempat jin buang anak.
Pernyataan tersebut sontak menjadi viral di media sosial dan menimbulkan berbagai macam reaksi dari netizen.
Misalnya saja di media sosial twitter pada Senin, 24 Januari 2022, tagar ‘Warga Kalimantan Bukan Monyet’ menjadi trending dan sebanyak kurang lebih dua puluh lima ribu tweet memakai tagar tersebut.

Berikut beberapa tanggapan dari pengguna twitter :
“Gaya bicara ajah udah menghina, dan pake acarra tertawa lagi, sungguh keterlaluan. Macam mereka doang yang manusia. Warga pulau mnapun yang ada di NKRI adalah WNI dan semua punya tingkat kesetaraan hak yang sama,” tulis @marv3lll di akun twitternya.

- Kasus Edy Mulyadi Kalimantan Tempat Jin Buang Anak Memicu Keresahan Masyarakat
- Edy Mulyadi Terseret Kasus Ujaran Kebencian, Polisi: Penyelidikan Proses Tahap II!
- Haikal Hassan, Alfian Tanjung dan Edy Mulyadi: Kami Akan Lakukan Sesuatu ke Negara
- Buntut Pakai Atribut Sunda, Ridwan Kamil Geram ke Edy Mulyadi: Jangan Pakai Simbol Mulia untuk Rendahkan Peradaban!
- Ahli Hukum Tata Negara Benarkan Arteria Tidak Bisa Dipidana: Kiamat Kalau Anggota DPR Dihukum
“Kami marah saudara-saudarku orang Dayak dan orang Kalimantan semua dihina, tangkap. Jangan Nanti nanti, segera,” cuit akun @firzahusainlnc.

Hayolo. Siapa siap aja kalau orang Dayak udah marah, kelar hidup loe. Jangan ngumpet ya,” tulis @wukir2011.

Ujaran itu sendiri dia katakana saat mengkritisi pemindahan Ibu Kota Negara Baru ke Kalimantan.
Dilansir dari Cnnindonesiacom. Senin, 24 Januari 2022, Edy Mulyadi telah meminta maaf kepada masyarakat terkait pernyataannya soal ‘Kalimantan Tempat Jin Buang Anak’.
Baginya, ucapan itu hanya bermaksud untuk menggambarkan Borneo sebagai tempat yang jauh.
“Saya mohon maaf telah menyebabkan teman-teman di Kalimantan tersinggung dan marah,” ujar Edy.
Edy turut mengirimkan video klarifikasinya terkait ucapannya tersebut. Dalam video yang dimuat di kanal Bang Edy Channel itu, mantan calon anggota legislatif tersebut menjelaskan pernyataan “tempat jin buang anak” untuk menggambarkan istilah lokasi yang jauh.
“Di Jakarta, tempat jin buang anak itu untuk menggambarkan tempat yang jauh, istilah kita mohon maaf ya, Monas itu dulu tempat jin buang anak, BSD, Bumi Serpong Damai, itu tahun 80-90-an itu tempat jin buang anak, jadi istilah biasa,” kata dia.
“Tempat jin buang anak buat kami, saya khususnya, Jakarta, itu tempat bener-bener hanya menggambarkan tempat jauh. Enggak ada kaitannyaprestensi merendahkan, menghina,” dalihnya.
Tak hanya itu, Edy menduga ada pihak tak bertanggung jawab sengaja memainkan isu tertentu dari ucapannya itu.
“[Mungkin ada] motivasi segala macem, ada yang memainkan isu ini,” ucap dia, yang pernah aktif di Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) itu.
“Meski demikian minta maaf itu bener-bener bukan masalah, sy akan minta maaf, mau dianggap salah atau enggak salah, saya tetap minta maaf,” lanjutnya.
Ia kemudian membandingkannya dengan istilah di Jawa Timur yang dianggap biasa namun bagi orang Solo kasar.
“Jadi itu tetap gimana pun juga saya tetap minta maaf kalau ternyata ucapan tadi dianggap melukai, buat kami, di sini, di Jakarta khususnya, itu istilah yang sangat umum, sebagaimana ada beberapa daerah yang secara budaya umum,” ucap dia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
