Terkini.id – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) langka. Hal itu membuat antrian panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di Kota Makassar, salah satunya di SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, terlihat puluhan truk dan bus antar daerah dan provinsi antri untuk mendapatkan Solar.
Buntut dari antrian mengakibatkan kemacetan panjang. Pasalnya truk dan bus yang antri menggunakan separuh badan jalan.
Salah satu sopir truk, Daeng Gassing mengaku, telah antri selama 8 jam. “Saya sudah datangi empat SPBU, solar ada tapi sedikit. Rencananya saya mau ke Morowali, jadi saya ingin isi di Makassar, karena kalau di daerah atau di perjalanan pasti tidak ada,” ungkapnya.
Senior Supervisor Communication & Relation PT Pertamina Region Sulawesi, Taufiq Kurniawan mengakui bahwa terjadi antrian bus dan truk Solar di sejumlah SPBU di Kota Makassar.
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tuntaskan Satgas Haji 2026, Salurkan 4.204 KL Avtur untuk 86 Penerbangan
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pasokan Biosolar dan Pengaturan Layanan di SPBU Maros
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Sulawesi Tengah Aman Pasca Gempa Magnitudo 6,7
- Pertamina Apresiasi Ketegasan Operator SPBU Mamuju dalam Menjaga Penyaluran BBM Subsidi
Ia menjelaskan bahwa solar salah satu jenis BBM bersubsidi dengan harga di SPBU Rp5.500 per liter.
Karena bersubsidi, Taufiq mengimbau konsumen agar melakukan pengisian sesuai peraturan pemerintah.
Di mana untuk solar, kendaraan mobil pribadi roda empat maksimal pengisian 60 liter per hari, angkutan umum roda empat maksimal 80 liter perhari. Roda enam 200 liter perhari. Sementara yang lebih dari enam roda tidak diperbolehkan mengisi solar bersubsidi.
“Subsidi ini diatur oleh kuota, ketika ada kuotanya artinya harus dilakukan pembatasan, agar BBM bersubsidi yang disalurkan sesuai dengan kuota yang diatur oleh pemerintah,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
