Terkini.id, Makassar – Pertandingan bulutangkis dalam rangka HUT Sulsel ke-354 dan HUT Kemerdekaan RI, di Gedung Olahraga Kantor Gubernur, diwarnai keributan, Selasa 1 Agustus 2023.
Peristiwa tersebut dipicu kesalahpahaman dan miskomunikasi antara pendukung tim Satpol PP dan hakim garis.
Video kericuhan tersebar di media sosial, dalam video berdurasi 15 detik itu, terlihat sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulsel memukul pemain bulutangkis perwakilan Bapelitbangda Sulsel.
Kepala Satpol PP Sulsel Arwin Azis membenarkan terkait keributan di GOR saat pertandingan bulutangkis. Arwin mengatakan saat itu bertanding Satpol PP Sulsel dengan Bapelitbangda.
“Pertandingan dimenangkan oleh tim Satpol PP. Namun, setelah akhir pertandingan ternyata banyak di antara suporter terutama dari Satpol PP merasa kecewa dengan kepemimpinan wasit dan hakim garis karena ada awalnya ada dikatakan bola masuk dan bola keluar,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (1/8).
- Gowa Indah Badminton Sulses Digelar, Ketua Komisi E Sulsel Akan Jadikan Agenda Tahunan
- Waroeng Steak & Shake Perpanjang Kerjasama Sponsor untuk Atlit Ganda Bulutangkis Reza-Sabar
- Pertandingan Bulutangkis di Kantor Gubernur Sulsel Ricuh, Panitia: Sudah Berdamai
- Sambut Hut RI ke-77, Rezki Mulfiati Buka Pertandingan Bulutangkis
- Gubernur Sulsel Lepas 13 Pebulutangkis Wakili Sulsel di Piala Presiden
Akibat kecewa atas kepemimpinan wasit, kata Arwin, sejumlah anggotanya terpancing emosi. Bahkan, ada anggota Satpol PP terjadi saling kejar mengejar hingga melakukan pemukulan.
“Saya sebagai Kasatpol menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang dilakukan anggota kami. Dan kami berjanji akan segera mengusut tuntas dan saat ini dilakukan langkah investigasi,” tegasnya.
Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel ini mengatakan pihaknya akan menindak dua orang anggotanya yang tertangkap kamera melakukan pemukulan. Ia menyebut akan ada sanksi etik bagi personel yang melakukan pemukulan.
“Kami ada SOP (standar operasional prosedur) untuk segera melakukan tindakan penjatuhan disiplin terhadap anggota terekam dalam video tersebut melakukan tindakan represif dan tidak terpuji. Dan kami akan segera memberi sanksi melalui sidang kode etik yang dilaksanakan oleh petugas tindak internal atau PTI yang ada di Satpol PP,” kata dia.
Meski tim Satpol PP Sulsel menang dan lolos ke babak selanjutnya, imbuh Arwin, pihaknya menarik diri dari kepesertaan lomba. Ia menyebut nantinya, anggota Satpol PP Sulsel hanya bertugas melakukan pengamanan dan ketertiban pelaksanaan perlombaan.
“Jadi Satpol PP tidak lagi menjadi peserta, tapi mereka menjadi petugas keamanan dan ketertiban jalannya pertandingan,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
