Perusahaan Asal Korea Pindahkan Pabriknya ke Indonesia, Butuh 1.300 Tenaga Kerja

Illustrasi Kawasan Industri

Terkini.id, Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, ada peluang pem ukaan lapangan kerja yang besar setelah rencana relokasi pabrik luar negeri ke Indonesia.

Dikabarkan industri tersebut adalh milik perusahaan dari negeri Korea Selatan.

Pabrik asal Korea tersebut bakal membuka usahanya di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah dengan investasi US$ 350 juta, dengan kebutuhan tenaga kerja 1.300 orang.

“Meskipun kebutuhan produk yang nantinya akan dihasilkan perusahaan di Indonesia sudah dapat dipenuhi oleh pemain yang ada.

Namun alasan kami tetap mendukung perusahaan ini adalah karena hasil produksinya nanti 80% akan diekspor dan 20% sisanya mensuplai perusahaan afiliasi yang sudah lebih dahulu datang ke Indonesia. Jadi tidak akan mengganggu pasar yang ada,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Jumat 14 Agustus 2020 seperti dikutip dari CNBCIndonesia.

Menarik untuk Anda:

Sayangnya, nama perusahaan tersebut tidak dibeberkan secara jelas, melainkan hanya bocoran yakni perusahaan ini berminat melakukan diversifikasi usaha industri pengolahan bahan galian non logam ke Indonesia untuk mensuplai perusahaan afiliasinya di bidang otomotif yang sedang konstruksi di Indonesia.

Demi mendukung kelancaran usahanya, Kemarin (13/8), calon investor tersebut berkunjung ke KIT Batang untuk memastikan kesiapan kawasan.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan perusahaan antara lain kesiapan lahan dan ketersediaan infrastruktur pendukung, termasuk suplai gas dan listrik.

Setelah kunjungan kemarin, perwakilan perusahaan akan segera melaporkan hasilnya ke kantor pusatnya di Korea Selatan.

Jika berjalan sesuai rencana, dalam waktu dekat konsorsium pengembang KIT Batang dan perusahaan akan menandatangani kesepakatan untuk pembuatan rencana pengembangan kawasan dan utilitas pendukung utama.

Rencana investasi yang akan digelontorkan perusahaan asal Korea Selatan ini akan mencapai US$ 350 juta dan akan dilakukan dalam dua tahap. Secara keseluruhan, potensi penyerapan tenaga kerja Indonesia diperkirakan mencapai 1.300 orang.

“Pada prinsipnya, pemerintah Indonesia akan memenuhi kebutuhan perusahaan untuk dapat segera merealisasikan rencana investasinya ke Indonesia.

Dalam kunjungan ini, kami melibatkan konsorsium pembangunan KIT Batang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama atas pentingnya investasi ini segera direalisasikan,” jelas Bahlil.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Disangka Wanita Nakal karena Sering Pulang Larut Malam, Gadis Ini Ternyata Bantu Ibunya Jualan

Tiga Remaja Terciduk Warga Hendak Threesome di Kandang Ayam

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar