Peserta Kongres Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Ricuh, Ini Penyebabnya

Peserta Kongres Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Ricuh, Ini Penyebabnya

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan Kongres Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama atau IPPNU berakhir ricuh dimana peserta saling lempar kursi, viral di media sosial.

Video peserta Kongres Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama ricuh itu viral usai diunggah pengguna Twitter @tukangrosok_, seperti dilihat pada Selasa 16 Agustus 2022.

“Rebutan opo seh Kang  @NUgarislucu? Sego Berkat ta….,” cuit akun @tukangrosok_.

Dilihat dari video itu, tampak sejumlah peserta Kongres IPPNU yang didominasi kalangan wanita tersebut terlibat saling dorong mendorong di depan panggung.

Sejumlah di antaranya juga terlihat saling lempar kursi. Alhasil, meja dan kursi pun berserakan di sekitar ruangan pelaksanaan kongres itu.

Dalam video itu juga terdengar salah seorang perempuan berteriak-teriak di mikrofon. Namun, tak jelas apa yang dikatakan wanita itu.

Adapun dalam narasi video tersebut tertulis bahwa peristiwa kericuhan itu terjadi di Kongres XIX IPPNU yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta pada Jumat lalu.

“Kongres XIX IPPNU yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (12/8/2022), berlangsung kisruh, sempat ada aksi saling melempar kursi,” demikian narasi dalam video itu.

Melansir Mediaipnu.or.id, keributan yang terjadi di Kongres IPPNU tersebut dipicu lantaran diduga adanya keberpihakan dari oknum tidak netral kepada salah satu kandidat ketua.

Kongres IPPNU Ricuh lantaran karena munculnya dugaan oknum yang tidak netral dalam kegiatan kongres berlangsung. Hal tersebut terjadi karena adanya keberpihakan antara panitia kongres dengan salah satu kandidat ketua,” demikian isi keterangan dari situs mediaipnu itu.

Lebih lanjut disebutkan, para peserta Kongres IPPNU itu merasakan adanya tekanan dari panitia semenjak registrasi.

Registrasi dianggap tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dari pembagian ID card yang tidak merata hingga nama-nama peserta kongres berbeda dengan yang telah terdaftar.

“Jadi terinderifikasi para panitia ini mendukung salah satu calon namanya Whasfi Velasufah dimulai dari registrasi banyaknya peserta utusan dari wilayah tidak diberikan id card, sejak semalam juga pada saat pembacaan tata tertib terjadi kericuhan karena pimpinan sidang sudah sangat jelas tidak netral kepada forum,” kata salah seorang peserta kongres berinisial Nhm.

Selain itu, tekanan disebut juga dilakukan oleh pengurus cabang kepada wilayah agar berpihak kepada salah satu kandidat. Hal ini membuat kongres menjadi ricuh dan pimpinan cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama sepakat membuat kongres tandingan.

Kongres IPPNU ricuh adalah hal biasa, namun tidak seharusnya itu disebabkan oleh panitia penyelenggara. Semua berharap, Kongres IPPNU yang ricuh ini bisa segera mereda. Jangan sampai Kongres IPPNU ricuh berkepanjangan,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.