NU Said Aqil: Agama Bukan dari Langit, Tapi dari Manusia

Terkini.id, Jakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Sirojm menjelaskan bahwa manusia tidak hanya ditugaskan untuk fokus ke hal-hal ketuhanan melainkan kemanusiaan juga.

Hal itu ia sampaikan dalam diskusi daring yang di mana meminta dosen agama di fakultas umum tak banyak ajarkan Aqidah dan Syariah. 

Awalnya, Said Aqil menilai bahwa sebaiknya tak banyak bincang soal akidah karena menurutnya berpotensi untuk berkembangnya paham radikal.

Baca Juga: Said Didu: Bagaimana Logikanya Komut KAI Itu Ketua PBNU?

“Bagi dosen agama yang mengajar agama di bukan fakultas agama, tidak usah banyak-banyak bincang akidah dan syariah. Cukup dua kali pertemuan. Rukun iman dan (rukun) islam,” kata Said Aqil, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa, 6 April 2021.

Namun, Said memberi pengecualian kepada jurusan-jurusan tertentu.

Baca Juga: Kesal Video ‘Debat’ dengan Said Aqil Dibagikan Ferdinand, Tengku Zul:...

“Kecuali (jurusan) ushuluddin, kecuali (jurusan) fiqih atau tafsir hadis. Itu terserah, itu harus mendalam,” ujar Said Aqil.

“Tapi kalau dosen yang mengajar di fakultas yang umum, Teknik, hukum misalkan enggak usah banyak-banyak tentang aqidah dan syariah, cukup dua kali,” tambahnya.

Hal itu dinilai Said Aqil bisa menimbulkan radikalisme jika banyak membicarakan soal hal-hal metafisik.

Baca Juga: Beredar Video Said Aqil: Jenggot Boleh Panjang tapi Gobloknya Gak...

“Kenapa? Kalau ini diperbanyak, nanti isinya, surga-neraka, Islam, kafir, lurus, benar, sesat. Terus-terusan bicara itu radikal jadinya,” ucap dia. 

Di samping itu, Said Aqil berdasarkan Quran dan Hadist menjelaskan bahwa manusia tidak hanya ditugaskan untuk melakukan hal-hal terkait teologi atau ‘ilahiyah’ , tetapi juga menyangkut kemanusiaan.

“Agama bukan dari langit, tapi dari manusia sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Saiq Aqil ini menilai bahwa sudah sepatutnya akademisi Islam bisa mengembalikan masa kejayaan peradaban Islam. 

Ia kemudian memberikan contoh saat kejadian beberapa abad yang lalu, di mana intelektual Islam lebih maju dari Eropa dan China

“Waktu itu Eropa masih tidur, China masih tradisional. Islam sudah maju luar biasa,” paparnya.

“Bagaimana para ulama para pemikir para teknokrat sudah mencapai kemajuan teknologi yang luar biasa,” tambah dia.

Sponsored by adnow
Bagikan