PII Makassar Beri Sejumlah Solusi Guna Atasi Banjir di ‘Kota Daeng’

PII Makassar Beri Sejumlah Solusi Guna Atasi Banjir di ‘Kota Daeng’

FD
Fachri Djaman

Penulis

Dengan tegas, pakar menyimpulkam bahwa Kolam Regulasi Nipa-Nipa hanya mampu menampung 30% air permukaan, sehingga Makassar butuh Kolom Retensi skala besar.

“Bahkan apabila kondisi ini tidak tertangani dengan baik, dikhawatirkan akan berdampak pada daerah TPA yang berada di kawasan timur Makassar yang akan menjadi sumber endemik kepada masyarakat yang memanfaatkan sumber air sungai Tallo. Hal ini sangat perlu dihindari dan segera disikapi,” tuturnya.

Lewat diskusi tersebut, PII Makassar melalui bidang Sumber Daya Air dan Mitigasi Bencana memaparkan sejumlah solusi terhadap bencana banjir yang terjadi setiap tahun dan berdampak banjir semakin tinggi, dalam waktu lama dan semakin meluas.

Adapun sejumlah solusi terkait banjir di Makassar, menurut PII Makassar, di antaranya implementasi IWRM (Integrated Water Resources Management), Revitalisasi Sungai Tallo, Kolam Retensi, Waduk tunggu, sistem infiltrasi, dan perlunya direvisi sistem tata air mikro Kota Makassar.

“Hilirisasi penelitian oleh para peneliti dan aplikasi konsep penanganan diharapkan mampu diaktualisasikan bersama Pemerintah Kota Makassar, Kabupaten/Kota dalam kawasan dan Balai Besar Sungai Pompengan Jeneberang.
PII Makassar merasa terlibat dan diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini menuju Makassar Kota Dunia,” pungkas pihak PII Makassar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.