Pilpres Terburuk Dalam Sejarah Republik

Pilpres Terburuk Dalam Sejarah Republik

EP
Shamsi Ali
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Belum lagi capres atau cawapres yang masih menjabat (Menteri) pastinya sulit membedakan antara kampanye atau kegiatan Kementrian.

Lima, dukungan para pemilik modal atau Oligarki secara terbuka dengan dukungan kekuatan dana yang tidak teregulasi secara jelas.

Akibatnya bantuan-bantuan kampanye politik seringkali terikat dengan kepentingan para pemilik modal dan Oligarki. Ini menambah runyamnya bagi pejabat untuk menegakkan etika dalam berpolitik.

Enam, yang juga terburuk dan berbahaya sesungguhnya adalah sejak lama upaya penjegalan kepada warga tertentu untuk dapat maju menjadi calon.

Kenyataan ini jelas menjadi ancaman masa depan bangsa, negara dan demokrasi yang pastinya menjamin hak setiap warga negara dalam hak politiknya (memilih dan dipilih).

Baca Juga

Tujuh, upaya penjegalan kepada warga negara untuk maju ke kontestasi capres ini terus terjadi dengan berbagai tekanan kepadanya pasca lolosnya menjadi capres-cawapres.

Tekanan dan penjegalan kampanye paslon tertentu terus terjadi secara terbuka dan tanpa malu-malu (shamelessly).

Hal yang kita saksikan berkali-kali terjadi di berbagai tempat kepada paslon Amin.

Delapan, penggunaan perangkap hukum dan KPK untuk menyandera tokoh-tokoh politik karena kasus-kasus yang sesungguhnya bisa saja sangat kecil, dibandingkan kesalahan oknum-oknum yang menjadi circle kekuasaan.

Tokoh-tokoh politik ini disandra atau sebaliknya disuap dengan dana yang tidak kecil. Oligarki sebagai funders memiliki kepentingan besar dalam hal ini.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.