Sembilan, terbuktinya semua perkiraan, anggapan, sangkaan bahwa pilpres akan mengalami manipulasi dan kecurangan yang terbuka.
Apa yang disampaikan dalam film “dirty vote” telah menjadi kenyataan di depan mata. Dari cawe-cawe, keberpihakan, perlakukan nepotis hingga keikut sertaan Presiden dalam upaya memenangkan paslon 2, ahli waris dan anaknya, menjadi pintu segala kecurangan dan manipulasi yang terjadi.
Bukti-bukti itu terlalu banyak. Dan hanya akal yang lagi mengalami ketidak warasan yang akan mengingkarinya.
Sepuluh, dengan semua kecurangan yang terbuka dan tanpa malu-malu itu, biasanya respon dari penyelenggara pemilu (KPU & pemerintah) adalah laporkan ke Bawaslu. Tapi kita tidak juga bodoh menutup mata bahwa realitanya bawaslu juga adalah institusi yang terkontrol.
Kini argumentasi yang kita dengarkan adalah ajukan ke Mahkamah Konstitusi. Ternyata pelaku nepotisme ketika pencalonan anak Presiden, kini kembali atau dikembalikan ke kursi ketua MK.
- Jeneponto Satukan Langkah, Komitmen Bersama Percepat Penurunan Stunting Demi Generasi Berkualitas
- GESIT DATA PRESISI, Terobosan Pemkab Jeneponto Wujudkan Satu Data Terpadu Percepat Penurunan Stunting
- HUT ke-48, Bupati Andi Asman Luncurkan Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian'
- Adira Expo Takalar 2026 Hadirkan Solusi Finansial untuk Liburan Keluarga yang Lebih Nyaman
- Mentan Amran Jawab Isu "Pesta Babi" di Merauke: Yang Kami Bangun Adalah Pesta Pangan
Semua ini bukan terjadi begitu saja. Pastinya ada rencana matang yang telah dipersiapkan.
Semua alasan di atas menjadi bukti jelas bahwa memang pemilu, pilpres khususnya, kali ini sangat buruk.
Bahkan menurut banyak kalangan, termasuk Eep Saifullah Fatah, inilah pilpres terburuk sepanjang reformasi.
Saya menyebutnya terburuk sepanjang sejarah Republik. Karena di zaman orba manipulasi itu masih dilakukan secara “rahasia”.
Kali ini terbuka dan dengan tanpa merasa bersalah. What a shame!
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
