Oleh: Shamsi Ali Al-Kajangi
Catatan ini sudah pernah saya sampaikan beberapa hari sebelum pencoblosan dengan judul: Pilpres buruk dan ancaman demokrasi.
Saya bagi ulang dengan merubah judul menjadi: Pilpres terburuk dalam sejarah Republik. Tentu dengan menambah lagi beberapa hal.
Judul ini saya simpulkan dari rentetan kronologis peristiwa yang terjadi jauh sebelum piplres hingga ke hari pelaksanaan pilpres.
Betapa buruknya dan jahatnya prilaku sebagian demi memenuhi kerakusan dan hasrat hawa nafsu kekuasaan.
- PDAM Makassar Pastikan Tagihan Air Pelanggan Mengacu pada Data Stand Meter, Bukan Kenaikan Tarif
- Aliyah Mustika Ilham Paparkan Transformasi Smart City Makassar di Forum ASCN 2026
- Wakil Wali Kota Makassar Dukung Kolaborasi Kota Cerdas dan Pariwisata Budaya di ASCN 2026
- Jamsostek Award 2026 Sulsel Dimulai, Takalar dan Gowa Jadi Peserta Perdana Penilaian
- OTT KPK, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Ditangkap
Semua dimanipulasi dengan berbagai makar, mengangkangi peraturan dan menginjak-nginjak etika dan moralitas.
Dengan terbukanya dan terbuktinya berbagai kecurangan dan manipulasi itu pada pelaksanaan pilpres maka lengkaplah sudah pengrusakan yang terjadi kepada tatanan demokrasi dan insitusi negara Republik Indonesia.
Kesimpulan pilpres kali ini yang terburuk, tidak saja sepanjang reformasi, tapi sepanjang sejarah Republik bukan tanpa dasar.
Rasa-rasanya Pilpres di zaman orba masih terasa marwahnya karena manipulasi itu masih dilakukan di belakang pintu. Kini, semua terbuka tanpa malu-malu. Maka dengan sendirinya marwah dan kredibilitas demokrasi dan institusi negara tercoreng.
Ada sepuluh alasan yang ingin saya sampaikan kali ini:
Satu, keterlibatan kekuasaan yang dimulai dengan cawe-cawe Presiden bahkan jauh sebelum proses-proses pilpres dimulai.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
