Oleh: Shamsi Ali Al-Kajangi
Catatan ini sudah pernah saya sampaikan beberapa hari sebelum pencoblosan dengan judul: Pilpres buruk dan ancaman demokrasi.
Saya bagi ulang dengan merubah judul menjadi: Pilpres terburuk dalam sejarah Republik. Tentu dengan menambah lagi beberapa hal.
Judul ini saya simpulkan dari rentetan kronologis peristiwa yang terjadi jauh sebelum piplres hingga ke hari pelaksanaan pilpres.
Betapa buruknya dan jahatnya prilaku sebagian demi memenuhi kerakusan dan hasrat hawa nafsu kekuasaan.
- Jeneponto Satukan Langkah, Komitmen Bersama Percepat Penurunan Stunting Demi Generasi Berkualitas
- GESIT DATA PRESISI, Terobosan Pemkab Jeneponto Wujudkan Satu Data Terpadu Percepat Penurunan Stunting
- HUT ke-48, Bupati Andi Asman Luncurkan Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian'
- Adira Expo Takalar 2026 Hadirkan Solusi Finansial untuk Liburan Keluarga yang Lebih Nyaman
- Mentan Amran Jawab Isu "Pesta Babi" di Merauke: Yang Kami Bangun Adalah Pesta Pangan
Semua dimanipulasi dengan berbagai makar, mengangkangi peraturan dan menginjak-nginjak etika dan moralitas.
Dengan terbukanya dan terbuktinya berbagai kecurangan dan manipulasi itu pada pelaksanaan pilpres maka lengkaplah sudah pengrusakan yang terjadi kepada tatanan demokrasi dan insitusi negara Republik Indonesia.
Kesimpulan pilpres kali ini yang terburuk, tidak saja sepanjang reformasi, tapi sepanjang sejarah Republik bukan tanpa dasar.
Rasa-rasanya Pilpres di zaman orba masih terasa marwahnya karena manipulasi itu masih dilakukan di belakang pintu. Kini, semua terbuka tanpa malu-malu. Maka dengan sendirinya marwah dan kredibilitas demokrasi dan institusi negara tercoreng.
Ada sepuluh alasan yang ingin saya sampaikan kali ini:
Satu, keterlibatan kekuasaan yang dimulai dengan cawe-cawe Presiden bahkan jauh sebelum proses-proses pilpres dimulai.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
