Pilpres US 2020, Kamala Harris Dipandang sebagai Representasi Wajah Amerika

Pilpres US 2020, Kamala Harris Dipandang sebagai Representasi Wajah Amerika

EP
Shamsi Ali
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkini.id – Pemilihan Presiden US pada bulan Nopember 2020 mendatang semakin jelas. Jelas pelaksanannya, jelas kandidatnya, dan kemungkinan juga jelas hasil akhirnya. Banyak teka-teki yang nampak terjawab dalam beberapa hari terkahir ini.

Imam/Direktur Jamaica Muslim Center & Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali dalam keterangannya mengatakan Joe Biden, calon Presiden dari Partai Demokrat yang memenangkan seleksi pencalonan pemilih Demokrat kini telah memutuskan Kamala Harris untuk mendampinginya sebagai calon Wapres pada pilpres mendatang ini.

“Secara pribadi saya memang menunggu pencalonan Senator Kamala Harris sebagai Cawapres, bahkan Capres,”ujar pria kelahiran Kajang Bulukumba Sulawesi Selatan yang kini berdomisili di Amerika Serikat itu.

Menurut Shamsi Ali, pencalonan Kamala Haris sendiri pasti mencatat sejarah tersendiri dalam perjalanan politik di negeri ini.

“Keragaman latar belakangnya tentunya memberikan makna positif di tengah polarisasi yang saat ini sedang meninggi di Amerika,” bebernya.

Baca Juga

Diketahui juga bahwa Kamala Devi Harris, demikian nama lengkapnya, adalah seorang politisi wanita muda yang brilliant.

Beliau juga adalah seorang lawyer yang memiliki integritas dan achievement yang dikenal (notable).

Terpilih menjadi Senator muda dari California di tahun 2017. Lalu pada tahun 2020 ini terpilih sebagai cawapres mendampaingi Capres dari Partai Demokrat Joe Biden.

Kamala Harris terlahir di kota Oakland, California, Kamala adalah lulusan Howard University dan University of California, Hastings College of the Law.

Kamala memulai karirnya di kantor Kejaksaan Wilayah Alameda. Lalu pindah ke kantor Kejaksaan Wilayah San Francisco.

Dan pada tahun 2003 Kamala terpilih menjadi Jaksa Tinggi untuk kota San Fransisco.

Kemudian pada tahun 2010 terpilih sebagai Jaksa Agung untuk negara bagian Californi, lalu terpilih untk kedua kalinya di tahun 2014.

Masih kata Utteng, sapaan akrab Shamsi Ali menyampaikan bahwa dalam kontestasi jabatan Senator dari California di tahun 2016 lalu, Kamala mengalahkan Loreta Sanchez, seorang politisi populer kala itu.

“Kamala terpilih sebagai orang ketiga senator wanita dari negara bagian California, wanita kedua sebagai Afro Amerika dan pertama sebagai keturunan Asia Selatan sebagaj anggota Senate US,” terang dia.

Sebagai seorang Senator, Kamala mendukung penuh jaminan kesehatan universal (universal healthcare), reformasi perundang-undangan imigrasi (immigration reform), pelarangan senjata berat, DREAM act (undang-undang jaminan bagi anak-anak immigran yg masuk Amerika di saat masih di bawah umur), reformasi perpajakan, dan banyak lagi.

Kamala menjadi perhatian nasioanl selama pemerintahan Donald Trump karena disegani oleh para pejabat yang melakukan dengar pendapat (hearing) di Senate.

“Sebagai mantan Jaksa, pertanyaan dan argumen Kamala selalu tajam dan mengena,” pungkas pendiri pondok pesantren pertama di Amerika Serikat tersebut.

Kamala lalu masuk dalam perebutan nominasi kandidat Presiden dari partai Demokrat untuk pilpres di tahun 2020.

“Sejak itu Kamala semakin dikenal secara Nasional hingga mengakhiri kampanyenya pada bulan Desember 2029 lalu. Keikutsertaannya dalam kontestasi pencalonan Demokrat ini menjadikan Kamala semakin populer secara nasional,” pungkas dia.

Pada akhirnya setelah melalui seleksi panjang dan ketat akhirnya Capres Partai Demokrat, Joe Biden, memutuskan untuk memilih Kamala Harris sebagai pendampingnya dalam pilpres US di tahun ini.

Sekaligus menjadikan Kamala sebagai orang pertama Afro Amerika dan Asia Selatan, serta wanita ketiga Amerika yang pernah menjadi calon Wapres Amerika.

Sebelumnya kita kenal ada Geraldine Ferraro dari New York (Demokrat) dan Sarah Palin dari Alaska (Republican).

Kendati ada beberapa kritikan terhadap Kamala Harris, termasuk kehadirannya di Konferensi AIPAC (Lobby Yahudi) dan menyampaikan dukungannya kepada Israel.

Namun harus diketahui bahwa di mana saja politisi akan selalu terbawa oleh realita domestik yang ada. Tidak ada Calon Presiden Amerika kecuali melakukan hal sama dengan Kamala.

“Dalam sejarah negara ini hanya ada satu politisi yang menolak hadir di pertemuan tahunan AIPAC. Yaitu Benrnie Sanders,”lanjutnya.

Akibatnya kata dia, kita lihat bahwa kendati Bernie sangat populer di kalangan pemilih, ada “hidden power” yang menghalangi pencalonannya.

Bernie Sander selalu gagal untuk memenangi pencalonan untuk merebut posisi kepresidenan AS.

Dengan demikian, warga Amerika termasuk mereka yang beragama Islam akan lebih memprioritaskan faktor-faktor urgen lainnya dalam pilpres kali ini.

Salah satunya adalah integritas dan keberpihakan kepada imigran dan minoritas.

“Bagi masyakat Muslim hal ini menjadi pertimbangan utama akibat kebijakan Donald Trump yang sangat anti imigran, minoritas termasuk anti Muslim,”tandasnya.

Kritikan lainnya adalah kecurigaan kepada Kamala sebagai keturunan India. Dengan pemerintahan radika Modi saat ini di India dicurigai Kamala akan jadi pembenaran bagi Modi untuk semakin diskriminatif terhadap warga Muslim di India.

Kenyataannya Kamala sangat kritis dengan kebijakan Modi yang anti Muslim di India.

“Apapun itu Kamala jadi harapan banyak pihak di Amerika. Kamala dipandang sebagai representasi wajah Amerika yang ragam (diverse). Kamala mewakili kaum wanita, mewakili Afro Amerika dan Karibia, immigran non-white dan tentunya Asia khususnya Asia Selatan,”urai dia.

Sehingga di tengah kekecewaan dan bahkan kemarahan kepada Donald Trump karena rasisme dan perpecahan yang sangat menajam saat ini Kamala hadir untuk memberikan secercah harapan itu.

“Amerika memang menantikan kelembutan seorang wanita, tapi ketegasan seorang mantan Jaksa bernama Kamala Harris. Semoga,” tandas Shamsi Ali menutup keterangannya yang dikirim ke redaksi terkini.id.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.