Masuk

Pj Ketua TP PKK Makassar Mengaku Banyak Pelajaran Dipetik di Ladies Program

Komentar

Terkini.id,Semarang – Pj Ketua TP PKK Kota Makassar, Murni Djamaluddin mengikuti Ladies Program yang diselenggarakan panitia Rakernas XIV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tahun 2019 di Semarang, Rabu 3 Juli 2019.

Peserta Ladies Program terdiri dari ketua TP PKK Kota se – lndonesia dan satu orang pendamping. Murni didampingi ketua DWP Kota Makassar.

Peserta berkeliling Kota Lama di Semarang dan disuguhi berbagai kuliner dan peragaan busana dengan tema “Heritage Modern”.

Baca Juga: Pemkot Makassar Ajukan Anggaran Pembangunan Gedung PKK 2023 Rp 32 Miliar

Peragaan busana karya desainer asal Semarang ini diharapkan mampu memotivasi peserta Ladies Program dalam menggali dan mengembangkan potensi -potensi daerah menjadi produk kebanggaan yang dapat dilestarikan sepanjang jaman.

“Ini masuk dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIV Tahun 2019. Di sini saya banyak melihat keberagaman yang menarik dan bisa dipelajari untuk dikembangkan di Kota Makassar,” ucap Murni.

Ia mengatakan khusus di Kota Makassar sudah memiliki batik khas salah satunya batik lontara.

Baca Juga: Dorong Kesetaraan Gender, Pemkot Makassar Ajukan Pembangunan Gedung PKK Rp 35 M

“Hingga saat ini banyak yang menggandrunginya mulai dari anak muda hingga orang tua. Apalagi di Pemkot Makassar. Tak lengkap rasanya kalau tidak memakai batik itu dalam seminggu,” jelasnya.

Selain itu, Murni juga terus melakukan berbagai upaya pembinaan terhadap para Ibu Rumah Tangga (IRT) untuk mengembangkan berbagai macam budidaya seperti tanam cabai dan berbagai macam sayuran.

Selama mengikuti kegiatan Ladies Program ini, kata Murni banyak yang bisa diambil sebagai pembelajaran atau motivasi.

“Apapun yang disuguhkan oleh panitia baik kulinernya, penyajian seni budaya dan peragaan busananya. Juga apa yang kita lihat di sepanjang jalan, dapat dijadikan tempat bersantai,” sebutnya.

Baca Juga: 28 Calon Investor PSEL Makassar Gugur, Hanya 8 yang Lolos

Sebagai ketua TP PKK maupun ketua Dekranasda, apa yang dilihatnya akan dijadikan bahan diskusi dengan pengurus TP PKK dan Dekranasda, untuk bisa diadopsi dengan sentuhan inovasi lebih baik lagi di Kota Makassar.