Munafri Hadiri Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary, Dorong Aktualisasi Keteladanan dalam Pembangunan Kota

Munafri Hadiri Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary, Dorong Aktualisasi Keteladanan dalam Pembangunan Kota

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Simposium dan Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary yang digelar Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali di Auditorium KH Muhyiddin Zain, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sekaligus mengkaji kembali pemikiran, perjuangan, dan warisan intelektual Syekh Yusuf Al-Makassary atau yang dikenal sebagai Tuanta Salamaka.

Simposium turut dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, bersama jajaran akademisi, tokoh agama, serta para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Makassar.

Kehadiran Munafri dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mendukung penguatan nilai-nilai sejarah, keislaman, dan kebudayaan yang telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Makassar.

Menurut Munafri, Syekh Yusuf Al-Makassary meninggalkan warisan keteladanan yang tetap relevan hingga saat ini. Nilai perjuangan, keilmuan, dan spiritualitas tokoh besar asal Sulawesi Selatan itu dinilai perlu terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga

“Keteladanan Syekh Yusuf merupakan warisan besar yang tidak hanya patut dikenang, tetapi juga diaktualisasikan dalam pembangunan kota,” ujar Munafri.

Ia menilai, peringatan empat abad Syekh Yusuf Al-Makassary tidak sekadar menjadi agenda untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga momentum untuk menjadikan nilai-nilai luhur yang diwariskannya sebagai inspirasi dalam membangun masyarakat yang berintegritas dan berkarakter.

Sementara itu, Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Muammar Bakry, menjelaskan bahwa peringatan Haul 400 Tahun Syekh Yusuf dirancang lebih dari sekadar agenda seremonial.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi forum ilmiah untuk mengangkat kembali relevansi pemikiran Sang Tuanta Salamaka dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Kehadiran Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam simposium tersebut dinilai selaras dengan tema yang diusung, khususnya dalam menegaskan pentingnya menjaga tanah sebagai bagian dari amanah keagamaan, kebangsaan, dan peradaban.

“Menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal dan keturunan, dan lain sebagainya, tanpa tanah tentu tidak bisa kita maksimal dalam mewujudkan aktivitas kita,” jelas Prof. Muammar.

Melalui simposium tersebut, Prof. Muammar berharap semangat perjuangan, keilmuan, dan keteladanan Syekh Yusuf Al-Makassary terus menginspirasi lahirnya generasi yang berintegritas.

Nilai-nilai yang diwariskan Syekh Yusuf juga diharapkan menjadi landasan dalam menjaga warisan budaya dan nilai-nilai keislaman sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.