Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaludin mengapresiasi keterlibatan semua pihak melibatkan diri dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Makassar.
Terlihat, ia sangat merespons saat GP Ansor Sulsel dan Makassar hadir menyatakan kesediaan untuk membangun sinergi dengan pemerintah kota melawan pandemi tersebut.
“Tidak bisa selesai Covid-19 ini kalau kita tidak bergerak secara bersama-sama. Dengan kehadiran GP Ansor tentu kita bersyukur dalam artian upaya-upaya kita dalam mengedukasi masyarakat terkait Covid-19 bisa dilakukan lebih massif lagi,” kata dia di Posko Induk Covid-19 Kota Makassar, Kamis, 2 Juli 2020.
Menurut Rudy, peningkatan kasus Covid-19 di Makassar disebabkan ketidakpatuhan masyarakat. Namun lebih dari itu, Ia menyebut faktor lain, banyaknya masyarakat yang tidak memahami dengan benar terkait Covid-19, dampak jika terkena, dan bagaimana agar terhindar dari virus tersebut.
Padahal Covid bisa menjangkiti siapa pun tanpa kenal usia dan tempat. Olehnya itu, kata dia, dibutuhkan keterlibatan semua kalangan, termasuk organisasi kepemudaan yang bisa memberi edukasi dengan cara dan pendekatan masing-masing.
- Buku Bahasa Makassar Karya Prof Kembong Guru Besar FBS UNM, Resmi Diterbitkan Yudhistira
- 30.369 Peminat SNBT 2026, Plt Rektor UNM Ingatkan Waspada Joki dan Penipuan
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
- Ketua DPRD Sulsel Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan
Dengan catatan, kata Rudy, tetap mengedepankan budaya-budaya santun dan kesopanan serta tidak menekan masyarakat dalam memberikan edukasi.
“Harus lebih memahami karakter lokal Bugis-Makassar siapakatau, sipakalebi, dan sipakainge,” ungkapnya.
Ketua GP Ansor Sulsel Rusdi Idrus menyampaikan hal senada bahwa sinergi dengan pemerintah harus dibangun. Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19, semua komponen harus bahu membahu bekerjasama, mematuhi protokol kesehatan serta senantiasa menjaga kebersihan.
Demikian pula GP Ansor mendorong tokoh agama atau pun pondok pesantren untuk berkontribusi dalam penanganan dengan memberi edukasi Covid-19.
Selain itu juga melibatkan relawan psikolog yg bisa memberikan bimbingan konseling.
“Agar keluarga korban tidak mengalami trauma dan juga tidak dikucilkan oleh masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
