Terkini.id,Makassar – Pj Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel Andi Muhammad Arsjad memberi klasifikasi terkait viralnya Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menggunakan helikopter beberapa waktu lalau, di tengah kondisi keuangan Sulsel sedang defisit.
Arsjad menyebut Pj Gubernur Sulsel yang naik helikopter dalam rangka meninjau lokasi proyek pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa.
Pada rombongan Pj Gubernur Sulsel ikut Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Bupati Maros Chaidir Syam, dan Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni. Mereka secara bersama-sama ingin melihat dari pantauan udara lokasi pembangunan Bendungan Jenelata.
Pj Gubernur Sulsel ingin mengkoordinasikan kepada tiga kepala daerah untuk menyamakan persepsi dalam mendukung pembangunan Bendungan Jenelata. Sebab, akan ada dampak positif pada tiga kabupaten kota terhadap fungsi Bendungan Jenelata.
“Dilihat secara bersama, disepakati secara bersama, supaya kita, kabupaten kota, bisa mensupporting secara bersama-sama dengan melihat pada titik yang sama,” kata Andi Muhammad, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat 22 Desember 2023
- Proyek MYP Sulsel Dikebut, Lima Paket Jalan Tunjukkan Progres Signifikan
- Di Hari Jadi ke-66, Gubernur Canangkan Kota Parepare sebagai Pusat Pertumbuhan Baru Sulsel
- Gubernur Sulsel Dorong Percepatan Pembangunan Enrekang di HUT ke-66
- TP PKK Sulsel Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini Lewat "Go to School" di Wajo
- Terkait Kendaraan Dinas Lexus Rp2 Miliar, Pemprov Sulsel: Setelah Jual Ratusan Unit Randis
Andi Muhammad Arsjad menjelaskan, paling tidak ada tiga fungsi Bendungan Jenelata, yakni penyiapan air baku, air untuk kebutuhan pertanian, dan air Bendungan Jenelata bisa menjadi PLTA untuk menjaga suplai listrik di Sulsel.
“Tidak kalah pentingnya adalah mitigasi bencana. Kita berharap Jenelata ini mengurangi potensi-potensi banjir ke depan, terutama di wilayah yang terdekat dengan wilayah-wilayah itu sendiri, termasuk Makassar,” ungkapnya.
Andi Muhammad Arsjad mengatakan, Bendungan Jenelata merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).Pembungannya ditarget rampung pada tahun 2028 dengan total anggaran Rp4,1 triliun.
Diketahui, groundbreaking pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa dilakukan oleh BBWS Pompengan Jeneberang pada Selasa 19 Desember lalu.
Bendungan Jenelata merupakan bendungan tipe CFRD (Concrete Face Rockfill Dam) dengan daya tampung efektif sebesar 174,5 juta meter kubik.
Bendungan Jenelata dapat mengendalikan banjir Sungai Jenelata dari debit 1.800,46 m3 per detik menjadi 686 m3 per detik pada periode ulang 50 tahun.
Bendungan Jenelata penyedia air untuk daerah irigasi seluas 26.773 hektare dengan intensitas tanam dari 276 persen menjadi 300 persen, dengan pola tanam padi-padi-palawija.
Bendungan Jenelata juga menyediakan air baku sebesar 6,05 m3 per detik untuk SPAM Regional Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar) dan kebutuhan industri di Takalar, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 7 MW, serta pengembangan daerah wisata.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
