Polemik Pelaksanaan Vaksinasi Anak di Indonesia, ‘Pemaksaan’ Hingga Disebut ‘Disepelekan’

Terkini.id, Jakarta – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun secara  resmi dimulai sejak 14 Desember 2021 lalu. 

Namun, terhitung sejak pelaksanaan tersebut begitu banyak polemik yang terjadi di tengah masyarakat terkait adanya vaksinasi anak ini. 

Berawal dari beredarnya kabar pihak sekolah meminta orang tua menandatangani surat kesediaan menanggung risiko setelah vaksinasi anak.  

Baca Juga: ARM Gelar Aksi Desak Jokowi Mundur Jabatan, Nicho Silalahi Soroti...

Masyarakat menilai surat pernyataan yang diberikan sekolah tersebut merupakan bentuk pemaksaan. 

Keluhan masyarakat tersebut kemudian  berujung pada aksi demo yang dilakukan oleh ‘Aliansi Rakyat Menggugat‘ pada 22 Desember 2021 lalu. 

Baca Juga: Kabar Terbaru Hepatitis Misterius, WHO Peringatkan Bahaya Ini

Pihak ‘Aliansi Rakyat Menggugat‘ menyatakan bahwa mereka ingin pihak Kementerian Kesehatan melakukan diskusi terbuka terkait mandatory vaksinasi anak tersebut. 

Pada kesempatan itu, Kemenkes meminta waktu 14 hari kerja untuk bisa memenuhi tuntutan dari aksi demonstrasi hari itu. 

Namun sayangnya, pada hari yang sudah dijanjikan Kemenkes tak kunjung memberikan kabar baik terkait tuntutan tersebut. 

Baca Juga: Kabar Terbaru Hepatitis Misterius, WHO Peringatkan Bahaya Ini

Sehingga pada Senin, 13 Januari 2022 lalu, para demonstran ‘Aliansi Rakyat Menggugat’ kembali melakukan aksi di depan gedung Kemenkes, Jakarta Selatan. 

Pada kesempatan itu, Babeh Aldo, pemimpin aksi ‘Aliansi Rakyat Menggugat’ tersebut menyampaikan bahwa pihak Kemenkes tengah bermain’ bisnis melalui vaksinasi terhadap rakyat Indonesia. 

Oleh karena itu, menurutnya pihak Kemenkes enggan melakukan diskusi terbuka sebagaimana yang merek inginkan. 

“Kalian rakyat Indonesia berhak menolak pemaksaan vaksin, kenapa? Karena Kemenkes tidak berani berdiskusi dengan kami rakyat Indonesia,” ungkap Babe Aldo dalam sebuah video yang beredar di media sosial, dikutip dari Terkini.id. 

Tak sampai disitu saja, polemik pelaksanaan vaksinasi anak di Indonesia kembali diwarnai dengan bayang-bayang KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) vaksin. 

Terhitung sejak pelaksanaan tersebut sudah terdengar beberapa kasus diduga KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang terjadi pada anak Indonesia, bahkan berujung pada kematian. 

Meski hingga saat ini Komnas KIPI menyatakan bahwa kasus- kasus yang sebelumnya tidak ada kaitannya dengan vaksinasi yang dijalani, namun hal ini tetap menjadi kekhawatiranbagi orangtua siswa. 

Pihak Kemenkes juga meminta orangtua untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir, apalagi menjadi ragu anaknya divaksinasi. 

Namun, menurut netizen kejadian terulang itu seolah dianggap sebagai hal kecil dan terkesan diremehkan oleh pemerintah. 

“Berulang kali kejadian anak2 habis vaksin meninggal dunia, tapi terkesan disepelekan karena kejadiannya berulang..,” tulis pengguna akun Twitter bernama @anamoyau. 

Mengingat sebelumnya sudah ada beberapa kasus yang serupa, meski penyebab utamanya dikatakan bukan karena akibat vaksin.

Bagikan